Efek MBG Terasa: Permintaan Naik, Harga Pangan di Pangkalpinang Ikut Naik

PANGKALPINANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak nyata terhadap pergerakan harga pangan di Kota Pangkalpinang. Dinas Pangan dan Pertanian setempat mengungkapkan, meningkatnya permintaan menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga di pasaran.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Pangkalpinang, Samri, mengatakan lonjakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan akibat program MBG, tetapi juga faktor distribusi dan produksi.

“Permintaan meningkat, pedagang melihat ini sebagai momentum sehingga harga ikut naik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga  DPRD Babel Gelar Rapat Paripurna Peringatan HUT ke 79 Kemerdekaan RI

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas seperti kentang, wortel, dan cabai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Hal ini membuat harga sangat dipengaruhi oleh biaya transportasi, terlebih di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sementara itu, komoditas lokal seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang relatif lebih stabil karena dipasok langsung oleh petani setempat.

Namun di sisi lain, petani lokal juga menghadapi tantangan. Kenaikan harga pupuk dan keterbatasan pasokan membuat biaya produksi meningkat, sehingga berdampak pada hasil pertanian.

Baca Juga  Perkuat Kedekatan Orang Tua dan Anak

“Petani kita juga kesulitan. Biaya tanam mahal, pupuk terbatas. Ini juga berpengaruh terhadap harga di pasar,” jelasnya.

Samri juga menyoroti panjangnya rantai distribusi yang memperparah kondisi. Dalam beberapa kasus, bahan pangan harus melalui hingga tiga jalur sebelum sampai ke tangan konsumen.

“Rantai pasok yang panjang membuat harga sulit dikendalikan, bahkan bisa berubah setiap hari,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Dinas Pangan dan Pertanian bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan. Operasi pasar pun disiapkan sebagai langkah intervensi jika harga semakin melonjak.

Baca Juga  Pimpinan DPRD Babel Defenitif Segera Terbentuk

Meski demikian, pemerintah optimistis kondisi masih bisa dikendalikan dengan sinergi semua pihak, termasuk peran aktif masyarakat dalam menyampaikan keluhan terkait harga pangan.

“Koordinasi sangat penting agar kebutuhan tetap terpenuhi dan harga tetap stabil,” pungkasnya. (*)