BELITUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) melalui deklarasi bersama yang digelar pada Jumat (17/4).
Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran pejabat manajerial, petugas Lapas, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan, hingga peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Deklarasi tersebut menjadi simbol kuat sinergi antar elemen dalam menjaga integritas dan profesionalisme di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan penuh semangat, seluruh peserta mengucapkan ikrar Zero Halinar, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah deklarasi sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjauhi segala bentuk pelanggaran.
Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan seluruh petugas agar tidak hanya mengucapkan ikrar, tetapi juga mengimplementasikannya secara konsisten.
“Saya mengingatkan kepada seluruh petugas untuk terus menjaga integritas, loyalitas, dan solidaritas dalam bekerja. Laksanakan ikrar yang telah kita ucapkan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab,” tegasnya.
Royhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran serta insan media yang selama ini turut mendukung berbagai program Lapas Tanjungpandan.
Sementara itu, petugas Lapas, Raden Yudho Winarto, menyebut deklarasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.
Hal senada disampaikan Akbar, peserta magang dari Kemenaker. Ia menilai deklarasi Zero Halinar menjadi pembelajaran berharga bagi para peserta magang untuk menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme dalam dunia kerja.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Tanjungpandan akan meningkatkan pengawasan serta memperkuat sinergi antar petugas, khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban.
“Melalui deklarasi ini, diharapkan komitmen Zero Halinar tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi terciptanya Lapas yang bersih, aman, dan berintegritas,”jelasnya. (*)
Kontributor : Humas Lapas Tanjungpandan


