BANYUWANGI – Pendampingan yang berkelanjutan membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Hal ini ditunjukkan oleh kelompok tani buah naga binaan Desa Sejahtera Astra (DSA) Banyuwangi di Desa Sumbermulyo yang berhasil meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, hingga menembus pasar ekspor.
Bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU), Astra memberikan pendampingan yang mencakup penguatan mentalitas dan tata kelola organisasi kelompok, peningkatan kompetensi budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen sesuai standar offtaker, serta fasilitasi akses pemasaran dan pembiayaan.
Hasilnya, para petani berhasil memperoleh sertifikasi Budidaya Organik yang semakin meningkatkan daya saing produk mereka. Produktivitas kelompok tani pun mengalami lonjakan signifikan. Total panen meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Seiring dengan peningkatan produksi, omzet kelompok tani juga melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar dalam periode yang sama.
Keberhasilan tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas. Produk buah naga dari Desa Sumbermulyo kini dipasarkan tidak hanya di berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar ekspor, termasuk ke Singapura dan Hong Kong.
Nilai tambah produk pun terus dikembangkan. Selain dipasarkan sebagai buah segar, hasil panen juga diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti sale buah naga dan buah naga dehidrasi, sehingga mampu memperluas pilihan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Keberhasilan kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Astra, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mampu memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.
Semangat Astra dalam mengembangkan desa bersama masyarakat melalui program Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita perusahaan untuk sejahtera bersama bangsa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Kisah dari Banyuwangi ini menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing hingga ke pasar internasional. (Humas Astra)

