Oleh : Tulus Parulian Hutabarat, S.Pd
Guru Prokduktif OTKP SMKN 1 Pangkalanbaru
Toleransi dapat menciptakan kedamaian, mengurangi pertikaian atau konflik. Toleransi adalah sikap karakter dari diri pribadi kita untuk menghargai orang lain yang berbeda baik dari suku, agama, ras dan budaya. Sikap toleransi akan menciptakan kurukunan di lingkungan kita.
Perbedaan dalam keragaman adalah suatu kewajaran di lingkungan kita. Di sinilah pentingnya nilai-nilai toleransi benar – benar harus dipupuk dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut W.J.S Poerwadarminta dalam KBBSI toleransi yaitu sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan lain sebagainya yang berbeda dengan pendiriannya sendiri. Contohnya toleransi agama, suku, ras, dan sebagainya.
Menurut Max Isaac Dimont, pengertian toleransi adalah sikap untuk mengakui perdamaian dan tidak menyimpan dari norma-norma yang diakui dan berlaku. Toleransi juga diartikan sebagai sikap menghormati dan menghargai setiap tindakan orang lain.
Indonesia adalah negara yang memiliki banyak keberagaman. Keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, kita harus menjaganya agar tetap utuh dan harmonis.
Namun, belakangan ini Indonesia kadang kala mengalami krisis toleransi. Perbedaan yang ada justru menimbulkan perpecahan. Padahal, perbedaan itu sendirilah yang seharusnya membuat Indonesia menjadi indah karena lebih “berwarna”.
Menurut Wirakusumah (2003 : 109), keragaman merupakan ukuran integrasi komunitas biologik dengan menghitung dan mempertimbangkan jumlah populasi yang membentuknya dengan kelimpahan relatifnya.
Keberagaman menjadi salah satu hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Karena dimanapun berada baik manusia, tempat, perilaku, dan sebagainya pasti memiliki perbedaan, hal ini yang sering disebut dengan keragaman. Keragaman berasal dari kata ragam, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ragam memiliki arti sikap, tingkah laku, cara, macam, jenis.
Toleransi harus benar benar menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan baik di lingkungan masyarakat maupun bidang pendidikan.
Toleransi menjadi jiwa dan pemikiran kita untuk memandang orang lain di hadapan kita, kita sebagai manusia tidaklah dibenarkan untuk memaksakan kehendak kita kepada orang lain yang berbeda dengan kita.
Karena persepsi dan keyakinan yang dimiliki oleh orang lain sudah menjadi kepercayaan dan budaya semenjak dia lahir ke dunia dan diturunkan dari pendahulunya. Kita harus menghargai setiap keberagaman di sekeliling kita, menghargai keberagaman membuat orang lain menghormati kita secara pribadi maupun kelompok. Memaksakan kehendak kepada orang lain yang berbeda dapat menyulut pertikaian dan konflik.
Di dunia pendidikan mulai dari pemerintah, pendidik, orang tua dan peserta didik serta stakeholder lainnya selalu senantiasa merawat sikap toleransi dan keberagamana di sekolah tetapi di berbagai tempat masih terdapat bebeara kasus kecolongan seperti masih adanya pemberitaan dari beberapa media mengenai ujaran kebencian.
Penanaman sikap atau karakter menghargai dan mengendalikan diri sangat penting dipupuk sedini mungkin. Pembawaan diri dan pengendalian diri harus menjadi bagian dari jiwa di setiap peserta didik, di sekolah kita sebagai pendidik menjadi teladan bagi peserta didik dalam menghargai perbedaan.
Pendidik dan orang tua harus senantiasa mengingatkan peserta didik yang terindikasi tidak menghargai toleransi dan keberagaman. Begitu juga di SMKN 1 Pangkalanbaru masyarakat sekolah terdiri beragam sekolah.
Pendidik dan tenaga pendidik berasal dari berbagai daerah seperti Bangka Belitung, Jawa, Sumatera Utara, Sumatera Selatan,Bandar Lampung dan Madura. Begitu juga peserta didik ada yang suku melayu dan WNI keturunan cina. Di SMKN 1 pangkalanbaru juga memiliki keragaman agama yaitu agama Islam, Kristen Protestant, Katholik, Buddha, dan Konghucu.
Perbedaaan ini merupakan warna yang harus dijaga untuk tetap tercipta kedamaian di hati dan pikiran.
Siswa saling menghargai satu dengan lainnya walaupun beragam, ketika siswa yang beragama islam menjalankan ibadah siswa yang beragama lain mununjukkan sikap toleransi. Ketika siswa diharuskan menggunakan pakaian melayu, siswa WNI keturunan Cina juga turut menggunakannya, sesuai dengan kata pepatah mengatakan “ dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”.
Begitu juga ketika peringatan Imlek, sekolah juga mengijinkan siswa yang merayakan hari besar untuk menjalankan kepercayaan dan budayanya.
Kita sebagai pendidik di sekolah mendidik siswa harus menunjukkan sikap saling membantu tanpa memandang asal-usul temannya, tidak pilih kasih ketika membantu temannya. Menghargai perbedaaan sehingga nilai-nilai toleransi dapat selalu terjaga.
Melarang menggunakan barang barang yang mencolok yang digunakan oleh siswa sihingga dapat menimbulkan kesenjangan sosial dilingkungan sekolah. tenntunya anak-anak akan menemui berbagai perbedaan di sekolah dengan teman-temannya. Mulai dari perbedaan pendapat, latar belakang, hingga agama.
Berikan anak pengertian mengenai perbedaan sesuai dengan usianya agar anak bisa menghargai perbedaan tersebut dan tetap membuat hubungan yang baik dengan temannya. (***)


