PANGKALANBARU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah menuai sorotan tajam. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Me Hoa, menemukan dugaan makanan tidak layak konsumsi setelah menerima laporan dari para orang tua siswa.
Keluhan tersebut menyebutkan adanya menu MBG yang diduga sudah basi hingga ditemukan ulat di dalam makanan yang disajikan kepada siswa. Menindaklanjuti laporan itu, Me Hoa langsung turun ke sekolah untuk melakukan pengecekan dan konfirmasi dengan pihak guru.
“Informasi dari orang tua murid menyebutkan makanan MBG busuk, bahkan ada ulat,” ungkapnya.
Hasil penelusuran awal memperkuat dugaan tersebut. Berdasarkan keterangan guru, ditemukan sekitar delapan porsi makanan siswa yang tidak layak, termasuk adanya ulat pada sayur kacang panjang.
“Dari laporan guru, ada sekitar 8 ompreng yang ditemukan terdapat ulat di kacang panjang,” tegas Me Hoa.
Tak hanya menyoroti kualitas makanan, ia juga mengangkat persoalan lain di sekolah tersebut, yakni kondisi ruang kelas yang dinilai belum mendapat perhatian serius. Menurutnya, usulan perbaikan fasilitas sudah diajukan sejak lima tahun lalu, namun belum juga direalisasikan.
Ia bahkan berencana memviralkan kondisi tersebut agar mendapat perhatian pemerintah. “Biar pemerintah tahu kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat program MBG seharusnya menjamin kualitas gizi sekaligus keamanan pangan bagi para siswa.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara SPPG masih dalam proses konfirmasi terkait temuan tersebut. (RN)


