PANGKALPINANG – Komitmen Bank Sumsel Babel dalam memperluas akses keuangan kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Pangkalpinang pada 22–23 April 2026. Momentum ini menjadi sorotan penting tentang bagaimana perbankan daerah bisa benar-benar hadir di tengah kebutuhan masyarakat.
Dalam forum diskusi yang digelar Rabu (22/4), perhatian tak hanya tertuju pada kinerja kelembagaan, tetapi juga dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Bank Sumsel Babel dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pembiayaan usaha dan penguatan keuangan pemerintah daerah.
PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMD menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan layanan keuangan.
“Layanan yang kami hadirkan tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, terutama di sektor produktif. Kami ingin semua masyarakat punya kesempatan yang sama untuk berkembang,”ujarnya.
Salah satu langkah konkret yang terus diperkuat adalah digitalisasi layanan perbankan. Inovasi ini membuka akses lebih luas, termasuk bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau layanan keuangan konvensional. Di sisi lain, pembiayaan bagi pelaku UMKM juga terus diperluas agar mampu tumbuh lebih berkelanjutan.
Meski agresif dalam ekspansi layanan, Bank Sumsel Babel tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah.
Lebih dari sekadar lembaga keuangan, Bank Sumsel Babel kini diposisikan sebagai penggerak ekonomi lokal—membuka peluang usaha, memperluas inklusi keuangan, dan mendorong pembangunan yang lebih merata.
“Ke depan, Bank Sumsel Babel diharapkan terus menjadi solusi nyata bagi kebutuhan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian daerah di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya. (*)

