PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di kawasan perkotaan, termasuk di Pangkalpinang. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengolahan Sampah di Smart Room Center Kantor Wali Kota, Jumat (17/4/2016).
Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Udin itu menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Pada akhirnya kami menyatakan perang terhadap sampah. Bahkan sebelum adanya program nasional, kami sudah lebih dulu menggagas Pangkalpinang Bersih,” tegasnya.
Program “Pangkalpinang Bersih” sendiri menjadi salah satu prioritas dalam 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota. Udin menyebut, langkah konkret yang terus digalakkan adalah kegiatan gotong royong rutin yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi upaya preventif terhadap potensi bencana, terutama banjir akibat saluran air yang tersumbat sampah.
“Sejak awal, kami fokus membersihkan selokan dan drainase. Ini penting untuk mengurangi risiko banjir di kawasan kota,” jelasnya.
Lebih lanjut, Udin menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan. Ia ingin kesadaran masyarakat tumbuh, dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjutnya, akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin Pangkalpinang bisa menjadi kota yang benar-benar bersih dan bebas dari persoalan sampah,” pungkasnya. (*)


