Pemkot Pangkalpinang Canangkan Lahan 290 Ha Sebagai Pusat Budidaya Ikan Air Tawar

Wilayah Lintas Timur

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mencanangkan lahan seluas 290 hektar di Jalan Lintas Timur Kecamatan Gabek sebagai kawasan budidaya air tawar. Langkah ini seiring dengan program pemerintah pusat berupa ketahanan pangan.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin mengatakan, lahan seluas 290 Ha tersebut sebelumnya berstatus Hak Guna Usaha atau HGU yang telah dikembalikan kepada negara dan akan diambil kembali menjadi lahan Pemkot Pangkalpinang.

“Lahan disitu sebagian adalah lahan rawa-rawa, biasanya lahan rawa-rawa itu masam kalau untuk tumbuhan ditanam disitu rasanya sangat sulit, kemungkinan besar itu untuk perikanan, terutama budidaya ikan air tawar,”ujar Prof Udin saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga  Setahun Memimpin Babel, Hidayat Arsani Fokus Prestasi, Efisiensi dan Kesejahteraan ASN

“Saya berpikir disitu menjadi kawasan terpadu untuk perikanan, untuk ketahanan pangan,”sambung Prof Saparudin.

Prof Saparudin sejak awal telah menghimbau kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak takut bermimpi demi kemajuan kota Pangkalpinang kedepan.

“Ini kita bermimpi dulu ya, sudah saya bilang sejak awal jangan bilang tidak bisa dulu. Karena FGD ini adalah bermimpi untuk pembangunan kota Pangkalpinang jangka panjang,”tegasnya.

Dikatakan Prof Saparudin orang bermimpi itu tidak bisa diganggu, karena ini gambaran rencana pembangunan masa depan kota Pangkalpinang sampai tahun 2045 nanti menuju Indonesia Emas.

Baca Juga  Lounching Program Lokak, Bank Sumsel Babel Dukung Bangka Belitung Swasembada Daging

“Jangan nanti Indonesia jadi emas Kota Pangkalpinang jadi perunggu, kita juga harus jadi Emas. Menurut saya kawasan itu bisa untuk menjadi kawasan perikanan terpadu,”terang Prof Saparudin memberikan semangat bagi para Kepala OPD yang hadir.

Dengan lahan seluas 290 Ha, Prof Saparudin optimis akan membuka peluang baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang. Terlebih lagi Pangkalpinang memiliki banyak peluang terutama di sektor perikanan air tawar.

“Kalau kita menanam padi tidak cukup itu, kalau perikanan seger banyak juga itu dapatnya. Apalagi produk kita banyak seperti kepiting bakau, kepiting remangok, ikan nila, dan banyak lagi yang bisa kita kembangkan,”terang Prof Saparudin.

Baca Juga  Senior Turun Gurung, Pemuda Didorong Lebih Progresif Bangun Daerah

“Dari hulu sampai hilirnya, dari proses pembibitan, pakan, kemudian pengelolaan hingga budidaya harus kita kembangkan di kawasan lintas timur itu,”jelasnya.

FGD Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang tersebut dihadiri Sekda Mie Go, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, dan sejumlah Kepala OPD, Mahasiswa UBB, Akademisi dan lain-lain. (wahyu)