PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat pembangunan berbasis data hingga ke tingkat kelurahan. Salah satu program yang kini menjadi sorotan adalah Rumah Dataku Kampung KB Mentari di Kelurahan Ketapang.
Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, menyebut Rumah Dataku memiliki peran strategis sebagai pusat informasi yang mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Asisten Deputi Koordinasi Pemberdayaan dan Pemantauan Hak Kelompok Rentan, Temmanengnga, Rabu (15/4/2026).
“Rumah Dataku ini jadi salah satu yang favorit. Datanya cukup lengkap dan terus diperbarui, sehingga bisa menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan,” ujar Agustu.
Menurutnya, keberadaan Rumah Dataku Kampung KB Mentari tidak hanya bermanfaat di tingkat lokal, tetapi juga telah menarik perhatian berbagai pihak dari luar daerah yang datang untuk melakukan studi banding.
Ia menegaskan, ke depan pemerintah daerah akan terus mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya pada kelompok rentan seperti balita dan remaja.
“Peningkatan kualitas SDM sangat penting, karena berpengaruh terhadap angka harapan hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” katanya.
Selain fokus pada SDM, Agustu juga menyoroti pentingnya optimalisasi serapan anggaran dari pemerintah pusat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan maksimal di daerah.
Tak kalah penting, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian serius. Ia berharap pelaku UMKM di Pangkalpinang mampu berkembang dan bersaing hingga ke tingkat nasional.
“Kita ingin UMKM Pangkalpinang bisa tampil dan menjadi perwakilan Bangka Belitung di tingkat nasional,” ucapnya.
Sementara itu, kunjungan kerja yang turut dihadiri Camat Pangkalbalam, Purnamawan, diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Agustu menekankan, kolaborasi yang solid diperlukan agar pembangunan berbasis data benar-benar berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Ke depan harus ada gerakan nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. (***)

