Rektor UBB Resmikan Gedung LPPM dan LPMPP, Perkuat Riset dan Mutu Pendidikan

BANGKA – Universitas Bangka Belitung (UBB) terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang adaptif dan inovatif dengan meresmikan Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP), Senin (13/4/2026).

Peresmian yang berlangsung di Ruang Cendekia, Kampus UBB ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sri Suning Kusumawardani, bersama jajaran pimpinan universitas dan sivitas akademika.

Baca Juga  HUT Ke-59 Kowal, Ny Dewi Fajar: Korps Wanita TNI AL Istimewa

Rektor UBB, Ibrahim, menegaskan bahwa pembangunan gedung ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan simbol penguatan peran strategis kampus dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

“Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga komitmen UBB dalam menghasilkan riset yang berdampak serta menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, LPPM akan menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas penelitian dosen sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan daerah.

“Riset tidak boleh berhenti di publikasi, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  PT Timah Tbk Serahkan Paket Makanan Tambahan Anak Stunting di Sungailiat

Sementara itu, LPMPP berperan menjaga kualitas pembelajaran melalui pengembangan kurikulum, peningkatan standar akademik, serta evaluasi berkelanjutan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan hadirnya gedung baru yang lebih representatif, UBB optimistis kinerja kedua lembaga tersebut akan semakin optimal, sekaligus memperkuat sinergi antarunit kerja di lingkungan kampus.

Tak hanya itu, fasilitas ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, dunia industri, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Menurut Ibrahim, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong riset dan inovasi yang aplikatif serta berdampak langsung bagi pembangunan daerah.

Baca Juga  Program Seribu Berkah, Cara Mulya Menyentuh Masyarakat 

“Ke depan, kami ingin setiap riset memiliki dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing UBB di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya. (*)