PKK Pangkalpinang Aktif di Rakon PKK Babel 2026, Perkuat Sinergi dan Edukasi Masyarakat

PANGKALPINANG — Tim Penggerak PKK Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat dengan berpartisipasi aktif pada Rapat Konsultasi (Rakon) TP PKK Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/4/2026), ini diikuti seluruh TP PKK kabupaten/kota se-Babel sebagai ajang strategis memperkuat koordinasi dan sinergi.

Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Bunda Hj. Susanti Saparudin, S.E., menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya tidak hanya sebatas menghadiri forum, tetapi juga memastikan hasil rakon dapat diimplementasikan secara nyata di daerah.

Baca Juga  Akhmad Subekti Hadiri Tabligh Akbar Basyairul Khoirot

“Semua materi yang diperoleh akan kita sosialisasikan kembali. Seluruh pokja, mulai dari Pokja I sampai IV, termasuk sekretariat, akan kita libatkan turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Susanti, keterlibatan seluruh elemen dalam TP PKK menjadi faktor penting agar program berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia berharap, melalui rakon ini, soliditas pengurus semakin kuat dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.

Rakon yang berlangsung selama dua hari, 15 hingga 16 April 2026, mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK dengan Melaksanakan ASTA CITA Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi praktis yang aplikatif. Salah satunya simulasi siaga kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang. Peserta dibekali pengetahuan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta langkah-langkah penanganan kebakaran di lingkungan rumah tangga.

Baca Juga  Kenakan Topi Khas Pulau Rote, Molen Lantik Pengurus Keluarga TIROSA Pangkalpinang

Susanti menilai pembekalan tersebut sangat penting, mengingat peran PKK sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat.

“Kita berharap anggota PKK bisa menjadi agen edukasi, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran dan cara penanganannya,” jelasnya. (*)

Sumber : diskominfo