PT Timah Tbk Berangkatkan Pemuka Adat Mapur ke Baduy

PANGKALPINANG – Selain mendorong pengembangan berbagai usaha menengah kecil dan UMKM, PT Timah Tbk memberikan perhatian terhadap komunitas adat.

Contohnya komunitas Adat Mapur di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Beberapa waktu lalu perusahaan BUMN membantu pembangunan Tujuh rumah adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda.

Tujuh Gebong Memarong itu difungsikan sebagai home stay tradisional sebanyak 4 unit, balai adat, galeri, dan museum.

Saat ini pembangunan Gebong Memarong sudah hampir rampung dan tinggal melangkapi beberapa perlengkapan saja.

Upaya PT Timah Tbk berlanjut, sejumlah pengurus Lembaga Adat Mapur diboyong study banding ke suku Baduy, Provinsi Banten.

Baca Juga  Zona Integritas Korem 045/Gaya, Pelayanan Kepada Masyarakat Lebih Baik

Kegiatan tersebut untuk menambah wawasan pengurus lembaga adat Mapur bagaimana suku Baduy mempertahankan tradisi mereka.

Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko bersama Lembaga Adat Mapur dan Perwakilan Dusun Air Abik difasilitasi PT Timah Tbk menginap, berdiskusi, dan melihat langsung bagaimana masyarakat Baduy menjaga tradisi.

“Kami menginap dua malam, satu malam di Baduy Luar, satu malam di Baduy Dalam. Di sana kami sharing dan silaturahmi sekaligus belajar apa saja langkah yang dilakukan masyarakat badui dalam mempertahankan tradisi,” kata Asih belum lama ini.

Setelah melihat bagaimana suku Baduy pertahanan tradisinya, Asih Harmoko mengatakan banyak bisa diadopsi dari suku Baduy.

Baca Juga  Duduki Kapal Isap Produksi Mitra PT Timah, Nelayan: Kesabaran Kami Sudah Habis!

“Baduy punya pernak pernik yang khas yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Ini yang bisa kita contoh, nantinya ibu-ibu bisa membuat kerajinan khas Orang Lum yang ketika orang berkunjung ke Dusun Air Abik bisa menjadikan ini sebagai kenang-kenangan,” ujarnya.

“Ini yang menjadi PR kita, kita harus menguatkan ciri khas secara mencolok misalnya dari segi pakaian, atau ikat kepala, atau gelang, yang ketika disuatu kawasan itu harus selalu digunakan,” sambung Asih.

Menurut Asih, pihaknya bersyukur atas fasilitasi PT. Timah sehingga mereka bisa mendapatkan wawasan baru.

“PT Timah Tbk sangat banyak membantu kami, dari awalnya tadi kami hanya punya mimpi membangun gebong memarong, sekarang sudah terealiasasi tinggal kami mengembangkannya. Sekarang kami diajak study banding untuk melihat bagaimana masyarakat baduy menjaga tradisi tapi juga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  BPH Migas Minta Polda Babel Usut Tuntas Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Tempilang

Kedepan, kata Asih Kampung Adat Gebong Memarong bisa menjadi daya tarik wisatawan datang ke Dusun Air Abik.

“Di situ nanti ada galeri, ada homestay, dan kita juga akan melaksanakan sekolah adat. Kami juga berharap nanti bisa mandiri setelah pemberdayaan oleh PT Timah Tbk, masyarakat bisa merasakan dampak ekonominya,” tutupnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan