oleh

PWI Bermunajat, Wapres: Harus Bertaubat, Berdoa dan Ikhtiar

JAKARTA – “Bisa jadi wabah Pandemi Covid-19 adalah akibat kesalahan dan dosa kita, maka harus bertaubat kepada Allah Swt. Memohon ampunan dari kesalahan bertindak dan mengambil keputusan,” kata Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin, Sabtu/24/7/2021, pagi.

Acara bertajuk “PWI Bermunajat Mengetuk Pintu Langit” diisi dengan tausiah dan doa oleh Ust Das’ad Latief.

Selain Wapres, pengantar disampai kan pula oleh Ketua PWI Pusat Atal S Depari dan Ketua Dewan Pers Prof. M Nuh.

Ma’ruf Amin mengajak seluruh elemen bangsa berdoa dan terus berikhtiar dalam peperangan melawan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan banyak negara di dunia.

“Saya mengajak kita semua untuk selalu berdoa, sembari tetap optimistis dan terus berikhtiar agar kondisi bangsa kita dapat segera membaik, pulih, dan kembali bangkit,” katanya.

Munajat digelar bertitik tolak dari rasa keprihatinan berbagai elemen bangsa akibat merebaknya pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Sejak diumumkan penyebaran Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020, hingga saat ini dampaknya sangat dirasakan seluruh komponen bangsa meskipun penanggulangan dan pencegahan yang dilakukan pemerintah secara serius untuk memutus rantai penyebaran virus.

Wapres mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah cara beraktivitas dan berinteraksi dalam masyarakat. “Kita dituntut untuk terus beradaptasi dan bertransformasi dengan kondisi yang baru,” katanya.

Dia mengatakan, ibadah yang biasa dilakukan di rumah ibadah dan dilakukan sambil berinteraksi dengan saudara-saudara seiman, harus diganti dengan beribadah di rumah tanpa mengurangi kekhusyukan dan keimanan.

“Cara bekerja dan belajar kita juga berubah demikian. Bermigrasi, bertransformasi, dan bergerak di ruang-ruang digital,” katanya.

Lebih jauh dijelaskannya kondisi ini terpaksa dilakukan untuk menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga satu sama lain dari penyebaran Covid-19.

Meski demikian, lanjutnya, sejumlah aktivitas dan pekerjaan esensial belum semuanya dapat sepenuhnya dilakukan dari jarak jauh, termasuk pekerjaan pers, jurnalistik, dan media yang dilakukan wartawan.

“Keberadaan pers dalam keberlangsungan negara sangatlah krusial mengingat peranannya sebagai salah satu pilar demokrasi bangsa. Pekerjaan pers harus terus berjalan agar akses masyarakat terhadap informasi yang aktual, faktual, dan kredibel dapat terus terbuka,” katanya. (fh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *