oleh

Wapres Sayangkan Situasi Pandemi Masih Ada Media Tidak Taat Kode Etik Jurnalistik

JAKARTA – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyesalkan di tengah situasi Pandemi Covid-19 masih ada media yang tidak taat kode etik jurnalistik.

Padahal di masa pandemi ini, peran media sangat krusial dalam menyampaikan kritik yang membangun terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah dan memyampaikan informasi yang benar ke publik.

“Kita sayangkan masih ada media yang mengabaikan kode etik jurnalistik bahkan mengamplifikasi informasi yang tidak benar demi meraih clickbait atau umpan klik misalnya dengan judul berita yang membuat orang tertarik padahal kontennya berbeda sehingga ramai beredar tanpa didukung verifikasi dan fakta mumpuni,” kata Ma’ruf Amin dalam acara bertajuk, “PWI Bermunajat, Mengetuk Pintu Langit”, Sabtu/24/7/2021.

Wapres menyebutkan data Kemkominfo sampai 16 Juli lalu menemukan 5.835 konten hoaks.

Situasi di jagad informasi yang demikian tidak hanya akan memancing kesalahpahaman, menciptakan keresahan, namun juga dapat memicu perpecahan dan melemahkan eksistensi pers Indonesia sebagai pers pemersatu.

“Meski demikian saya percaya PWI serta asosiasi media dan persatuan jusnalis yang dinaunginya beranggotakan insan pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” kata Ma’ruf.

Wapres menyebutkan, jurnalis menjadi ujung tombak menyampaikan beragam informasi tentang Covid-19, mulai dari edukasi pentingnya protokol kesehatan, perkembangan Covid-19, pelaksanaan PPKM darurat, pelaksanaan vaksinasi, hingga dukungan pelayanan kesehatan maupun pemberitaan peristiawa lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi rekan-rekan media yang menerapkan kode etik jurnalistik, dalam melakukan pemberitaan dengan baik, objektif, berimbang, benar, dan bertanggung jawab. Saya berharap cara-cara yang demikian terus dipertahankan dan dikembangkan demi persatuan bangsa, kecerdasan masyarakat dan kemajuan bersama,” ujarnya. (fh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *