Tren Wisata Berbasis Alam dan Pedesaan

JAKARTA — Ada pergeseran permintaan dari pariwisata massal ke pariwisata berkualitas.Mengambil keuntungan dari tren ini, Malaysia umumkan ambisi untuk mengembangkan lebih banyak pengalaman wisata khusus di masa depan dengan penekanan yang lebih kuat pada aktivitas di udara terbuka, produkĀ wisata berbasis alam, dan wisata pedesaan.

Melansir dariĀ bisniswisata.co.id yang dilansir dari nst.com, bagian yang lebih besar dari hasil ekonomi dapat dihasilkan dari kegiatan pariwisata yang berkualitas lebih tinggi, mengurangi ketegangan pada ekosistem yang ada.

Baca Juga  Dirut PT Timah Tbk Kenalkan Program PUMK ke Mahasiswa Babel

Pembukaan kembali destinasi secara bertahap memungkinkan penerapan batasan dan batasan baru di lokasi wisata.

Membatasi jumlah pengunjung harian, mendesain ulang area untuk operasi komersial, dan zonasi pengembangan baru yang potensial akan mengurangi tekanan permintaan di situs alam dan budaya.

Peluang keberlanjutan lintas industri: Sektor pariwisata dapat bekerja sama dengan industri lain, seperti energi dan transportasi, menuju masa depan bersama yang berkelanjutan.

Dampak lingkungan dari sektor pariwisata dapat dikurangi dengan memanfaatkan energi terbarukan, meningkatkan pengelolaan limbah, mengaktifkan praktik ekonomi sirkular, dan menggunakan kendaraan listrik di tempat tujuan wisata.

Baca Juga  HUT MIN ID ke-5, Anak Yatim Piatu di Wilayah Operasional PT Timah Tbk Ikut Berbahagia

Upaya tersebut dapat meningkatkan pengalaman wisatawan dengan mengurangi polusi di kawasan wisata yang tinggi dan selaras dengan target keberlanjutan yang ditetapkan oleh negara-negara Asia Tenggara.

Misalnya, Thailand menargetkan memiliki lebih dari lima juta kendaraan listrik di jalan pada tahun 2030, dengan potensi untuk mengurangi polusi udara di lokasi wisata utama seperti Bangkok. (*/fh)

Tinggalkan Balasan