JAKARTA – Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas dan mampu bersaing di industri nasional. Memasuki usia ke-46 tahun, YDBA telah mendampingi 2.030 UMKM aktif yang tersebar di 21 wilayah Indonesia.
Pembinaan yang dilakukan YDBA berfokus pada penguatan mentalitas usaha, peningkatan kemampuan bisnis, serta pemenuhan standar Quality, Cost, and Delivery (QCD) sehingga UMKM siap menjadi bagian dari rantai pasok industri.
Salah satu kisah sukses datang dari PT Kawani Tekno Nusantara, UMKM manufaktur dan fabrikasi asal Bandung yang telah dibina YDBA sejak sekitar 1990. Berkat pendampingan berkelanjutan, Kawani berhasil mentransformasi sistem manajemen, pengendalian kualitas, hingga proses produksi dari yang sebelumnya manual menjadi digital.
Pencapaian tersebut mengantarkan Kawani meraih Juara 1 Kompetisi 5R UMKM selama tiga tahun berturut-turut pada 2023, 2024, dan 2025. Perusahaan juga berhasil menyandang status UMKM Mandiri pada 2024 serta memperoleh sertifikasi ISO.
Direktur PT Kawani Tekno Nusantara, Yadi Nugraha, mengatakan tantangan utama bisnis manufaktur berbasis job order adalah kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Menurutnya, inovasi menjadi kunci untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan keuntungan.
Sementara itu, estafet kepemimpinan perusahaan kini dilanjutkan generasi ketiga, Amjad Nugraha, yang menjabat sebagai General Manager sejak 2021. Ia mengakui berbagai perubahan positif di perusahaan tidak lepas dari pelatihan dan pendampingan yang diberikan YDBA.
Saat ini Kawani juga mengikuti Program Development bagi UMKM Manufaktur yang merupakan kolaborasi YDBA dengan enam Agen Pemegang Merek (APM) Grup Astra. Program tersebut memberikan pelatihan, pendampingan, dan asesmen agar UMKM memenuhi standar industri serta memiliki peluang menjadi pemasok dalam rantai pasok Grup Astra.
Pada 2025, nilai pasokan produk dan jasa dari UMKM binaan YDBA ke Grup Astra mencapai Rp4,9 triliun. Hingga akhir tahun yang sama, YDBA juga telah melahirkan 449 UMKM Mandiri yang tergabung dalam Advance Club, menciptakan 1.688 lapangan kerja baru, serta menopang 12.394 tenaga kerja di berbagai daerah.
Memasuki usia ke-46, YDBA menegaskan akan terus memperluas pembinaan UMKM, meningkatkan kemitraan, serta memperkuat perannya sebagai pusat unggulan nasional (National Center of Excellence) dalam pengembangan UMKM di Indonesia. (humas astra)

