NAMANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung resmi mengakhiri pengabdian di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (24/8/2026).
Selama 41 hari, terhitung sejak 15 Juli hingga 24 Agustus 2026, mahasiswa menjalankan berbagai program kerja yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat dan lingkungan pendidikan.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan antara lain pemasangan plang di sejumlah lokasi desa, pembuatan tong sampah berbahan pelepah kelapa, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Mahasiswa juga berkontribusi di bidang pendidikan dengan terlibat dalam kegiatan di SD 6 Namang, SD 7 Namang, TK Kasih, PAUD Mekar dan SMP Negeri 2 Namang.
Kepala Desa Kayu Besi, Yohanes Tamaela, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN IAIN SAS Babel yang dinilai telah berbaur dengan masyarakat dan ikut mendukung berbagai kegiatan desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN IAIN SAS Babel yang sudah hadir dan melaksanakan kegiatan di Desa Kayu Besi. Selama berada di sini, mahasiswa sudah berusaha berbaur dan mengikuti berbagai kegiatan yang ada,” ujar Yohanes.
Ia berharap program yang telah dilaksanakan memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengalaman bagi mahasiswa.
Sementara itu, mahasiswa KKN Ariansyah mengatakan pengalaman selama berada di Kayu Besi memberikan banyak pelajaran, terutama dalam berkomunikasi, bekerja sama dan beradaptasi dengan masyarakat.

“Banyak hal yang kami dapat selama di sini. Kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, memahami karakter yang berbeda-beda, bekerja sama, dan lebih peka terhadap kondisi sekitar,” katanya.
Hal senada disampaikan Maulinda. Menurutnya, KKN memberikan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat yang tidak seluruhnya diperoleh di bangku kuliah.

“Kami berharap setelah KKN selesai bukan berarti semuanya ikut selesai. Semoga komunikasi dan silaturahmi tetap terjaga,” ujarnya.
Berakhirnya KKN tersebut menandai selesainya rangkaian pengabdian mahasiswa IAIN SAS Babel di Desa Kayu Besi.

Selama 41 hari, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun interaksi dan silaturahmi dengan masyarakat, pemerintah desa serta pihak sekolah. (una)


