PANGKALPINANG – Dua puluh empat tahun setelah ditempa bersama sebagai taruna Akademi Kepolisian (Akpol), lima alumni Akpol 2002 kembali dipertemukan dalam satu wilayah pengabdian.
Bukan lagi sebagai taruna, kelima perwira tersebut kini menyandang pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) dan dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis sebagai direktur di lingkungan Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Mereka adalah Kombes Pol Ronald Fredy Christian Sipayung, S.I.K., M.H sebagai Dirresnarkoba, Kombes Pol Nuryono, S.H., S.I.K., M.M sebagai Dirsamapta, Kombes Pol Dwi Agung Setiyono, S.I.K., M.H sebagai Dirreskrimsus, Kombes Pol Rudi Saeful Hadi, S.I.K sebagai Dirpolairud, serta Kombes Pol Didik Subiyakto, S.H., M.M sebagai Dirpamobvit.
Menariknya, kelima perwira ini tidak berada dalam satu fungsi yang sama. Mereka tersebar di sejumlah direktorat dengan karakter tugas berbeda, mulai dari pemberantasan narkotika, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum pidana khusus, pengamanan wilayah perairan dan udara, hingga pengamanan objek vital.
Kelima perwira tersebut merupakan bagian dari Batalyon Wicaksana Laghawa (WL), Akpol 2002, atau angkatan ke-34 yang kala itu beranggotakan 243 personel.
Kini, setelah lebih dari dua dekade menjalani berbagai penugasan, mereka kembali berada dalam satu organisasi dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
1. Kombes Pol Ronald Sipayung – Dirresnarkoba
Kombes Pol Ronald Fredy Christian Sipayung dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Serah terima jabatan tersebut berlangsung pada Januari 2026. Sebelumnya, Ronald dipercaya memimpin Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Perwira yang berasal dari Pematangsiantar, Sumatera Utara, ini memiliki perjalanan karier panjang di tubuh Polri.
Sejumlah jabatan pernah diembannya, antara lain Kapolsek Parapat, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kapolsek Medan Kota, Wakapolres Pelabuhan Belawan hingga Kapolres Simalungun.
Ronald juga pernah bertugas di Bareskrim Polri, termasuk pada bidang siber. Pada akhir 2024, ia dipercaya memimpin Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan menyandang pangkat Kombes Pol.
Sebagai Dirresnarkoba, Ronald berada di garis depan dalam menghadapi peredaran gelap narkotika. Tugasnya tidak hanya mengungkap kasus, tetapi juga membongkar jaringan dan memutus mata rantai peredaran narkoba.
2. Kombes Pol Nuryono – Dirsamapta
Alumni Akpol 2002 berikutnya adalah Kombes Pol Nuryono, S.H., S.I.K., M.M. Nuryono dipercaya memimpin Direktorat Samapta Polda Kepulauan Bangka Belitung sejak 2025, menggantikan Kombes Pol Yulian Perdana.
Lahir di Pekalongan pada 27 Juni 1979, Nuryono merupakan lulusan Akpol 2002 yang kemudian melanjutkan pendidikan PTIK pada 2009 dan Sespim Polri pada 2017.
Kariernya banyak bersentuhan dengan fungsi reserse. Ia pernah menjabat Kapolsek Baturaja Timur, Kanitresmob Polresta Palembang, Kasat Reskrim Polres Banjar, Kasat Reskrim Polres Tabalong hingga Kasat Narkoba Polres Banjarmasin.
Nuryono juga pernah dipercaya sebagai Kapolres Lubuklinggau dan Kapolres OKU Timur.
Sebelum menjadi Dirsamapta Polda Babel, ia sempat menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Polda Sumatera Selatan, termasuk Kasubdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus dan Kabagada Rolog.
Sebagai Dirsamapta, Nuryono bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui kegiatan patroli, pengamanan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sepanjang 2026, aktivitasnya juga terlihat dalam sejumlah kegiatan patroli malam di wilayah Pangkalpinang.
3. Kombes Pol Dwi Agung Setiyono – Dirreskrimsus
Nama berikutnya adalah Kombes Pol Dwi Agung Setiyono, S.I.K., M.H. Pada akhir Agustus 2026, alumni Akpol 2002 tersebut dipercaya menduduki posisi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari mutasi dan rotasi jabatan di tubuh Polri.
Sebelumnya, Dwi Agung menjabat Ps. Kabid Propam Polda Sumatera Utara. Ia juga pernah dipercaya sebagai Kabid Propam Polda Sumatera Barat.
Pengalamannya tidak hanya berkutat di bidang Propam. Dwi Agung pernah menjabat Kapolres Kaur Polda Bengkulu serta Kapolres OKU Timur.
Kini, ia memasuki medan baru di bidang penegakan hukum pidana khusus. Sebagai Dirreskrimsus, Dwi Agung akan menangani berbagai perkara yang membutuhkan kemampuan penyelidikan dan penyidikan, ketelitian serta profesionalitas.
Ia menggantikan Kombes Pol Nanang Haryono yang mendapat tugas baru sebagai Kapolresta Sleman.
4. Kombes Pol Rudi Saeful Hadi – Dirpolairud
Kombes Pol Rudi Saeful Hadi, S.I.K. menjadi alumni Akpol 2002 lainnya yang memegang posisi strategis di Polda Babel.
Sejak Januari 2026, Rudi dipercaya sebagai Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Sebelum bertugas di Babel, Rudi pernah dipercaya memimpin Polres Nagan Raya, Polda Aceh, kemudian menjabat Wakapolresta Cilacap, Polda Jawa Tengah.
Promosinya sebagai Dirpolairud Polda Babel juga diiringi kenaikan pangkat menjadi Kombes Pol dalam rangkaian mutasi akhir 2025.
Tanggung jawab yang diembannya tidak ringan. Sebagai pimpinan Direktorat Polairud, Rudi bertugas menjaga keamanan wilayah perairan dan udara Bangka Belitung.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah aktivitas pertambangan timah ilegal di wilayah perairan.
Rudi bahkan menegaskan agar jajarannya tidak terlibat maupun menjadi beking aktivitas tambang ilegal.
Selain penegakan hukum, ia juga menekankan disiplin personel, profesionalisme, kebersihan markas komando serta tanggung jawab moral anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
5. Kombes Pol Didik Subiyakto – Dirpamobvit
Nama kelima adalah Kombes Pol Didik Subiyakto, S.H., M.M.
Alumni Akpol 2002 tersebut kini dipercaya sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Didik resmi dipromosikan dan menduduki jabatan tersebut berdasarkan telegram mutasi Kapolri pada akhir Agustus 2026.
Ia menggantikan Kombes Pol Wahid Kurniawan, S.I.K., M.M. yang mendapat tugas baru sebagai Dirsamapta Polda Jawa Barat.
Jabatan Dirpamobvit bukan posisi baru bagi Didik. Sebelumnya, ia merupakan Wadirpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung. Ia juga pernah dipercaya sebagai Kapolres Belitung.
Dengan pengalaman tersebut, Didik kini mendapat tanggung jawab lebih besar untuk memastikan keamanan berbagai objek vital yang berada di wilayah hukum Polda Babel.
Satu Almamater, Lima Medan Pengabdian
Kehadiran lima alumni Akpol 2002 dalam jajaran direktur Polda Babel menjadi catatan menarik.
Pasalnya, dua puluh empat tahun lalu, mereka ditempa sebagai bagian dari satu generasi di Akademi Kepolisian. Kini, mereka kembali bertemu dalam satu organisasi, tetapi dengan tugas dan tantangan yang berbeda.
Ronald Sipayung berada di garis depan pemberantasan narkoba. Nuryono mengemban fungsi Samapta yang bersentuhan langsung dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dwi Agung Setiyono memasuki medan penegakan hukum tindak pidana khusus. Sementara Rudi Saeful Hadi bertanggung jawab menjaga keamanan wilayah perairan dan udara, termasuk menghadapi persoalan tambang ilegal di perairan Babel.
Adapun Didik Subiyakto mendapat amanah mengawal keamanan objek vital di wilayah Bangka Belitung.
Lima direktur, lima bidang tugas, namun bermuara pada satu tujuan menjaga keamanan, menegakkan hukum dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bangka Belitung.
Perjalanan kelima perwira tersebut sekaligus menunjukkan panjangnya proses pengabdian di tubuh Polri. Kesamaan almamater hanyalah titik awal.
Setelah lebih dari dua dekade, pengalaman, pendidikan, penugasan dan rekam jejak masing-masing akhirnya membawa mereka kembali bertemu di satu wilayah pengabdian Polda Kepulauan Bangka Belitung. (wahyu)


