BANGKA – Kesempatan melanjutkan pendidikan magister dan doktor melalui Beasiswa LPDP kembali terbuka. Untuk menjaring lebih banyak talenta dari daerah, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar Seminar Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 di Gedung Perkuliahan dan Laboratorium Kesehatan Terpadu Universitas Bangka Belitung (UBB), Kabupaten Bangka, Jumat (10/7/2026).
Sebanyak 241 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan akademisi dari UBB maupun sejumlah perguruan tinggi lainnya mengikuti kegiatan tersebut. Seminar menghadirkan Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Kepala Subdivisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP Sri Resmawati Budi Prabawani, serta disambut langsung oleh Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menegaskan, percepatan pembangunan sumber daya manusia menjadi agenda strategis nasional. Karena itu, LPDP terus memperluas akses beasiswa agar semakin banyak anak bangsa, termasuk dari Bangka Belitung, mampu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami yakin betul, ini gaspol mengejar ketertinggalan. Malaysia, Vietnam, Thailand memiliki lulusan S2 dan S3 sekitar lima kali lipat dibanding Indonesia secara per kapita,” kata Dwi Larso.
Ia menjelaskan, pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 telah dibuka sejak 30 Juni hingga 31 Juli 2026.
Pada seleksi tahun ini, LPDP kembali membuka dua program utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics). Selain itu, tersedia pula Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, hingga Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research.
Menurut Dwi, fokus pendanaan bidang STEM diarahkan untuk mendukung sektor-sektor strategis nasional, mulai dari pangan, energi, pertahanan, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, hingga kewirausahaan dan industri kreatif.
Di sisi lain, LPDP tetap memberikan ruang bagi bidang SHARE yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan melalui penguatan aspek sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kebijakan publik, hingga keagamaan.
Sementara itu, Rektor UBB Prof. Ibrahim mengajak generasi muda Bangka Belitung memanfaatkan peluang yang kini diberikan pemerintah melalui Beasiswa LPDP.
Ia mengungkapkan, rata-rata lama sekolah masyarakat Bangka Belitung masih berada di angka 8,6 tahun atau setara kelas III SMP. Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT) juga masih sekitar 20 persen atau termasuk yang terendah secara nasional.
Menurut Ibrahim, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi Bangka Belitung yang selama ini dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam.
“Ada kondisi di mana kita kaya dengan sumber daya alam. Ini teori resource curse, teori kutukan sumber daya alam. Daerah yang kaya sumber daya alam, jika tidak prepare, suatu hari bisa menjadi miskin karena sumber daya alamnya habis sementara SDM-nya tidak siap,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, LPDP juga memperkenalkan sejumlah perubahan kebijakan yang dinilai semakin memudahkan masyarakat untuk mendaftar.
Beberapa di antaranya adalah keringanan persyaratan kemampuan Bahasa Inggris, termasuk penghapusan kewajiban sertifikat bahasa bagi pendaftar yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. LPDP juga menambah pilihan sertifikat bahasa seperti Duolingo English Test, TOEP, serta sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri sesuai kategori pendaftar.
Selain itu, daftar perguruan tinggi tujuan juga diperluas. Jumlah Universitas Unggulan bertambah dari sebelumnya 17 menjadi 31 universitas, termasuk penambahan 14 kampus unggulan khusus untuk program studi STEM.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai persyaratan, peluang lolos seleksi, hingga strategi mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi Beasiswa LPDP.
Suasana semakin hangat ketika alumni penerima Beasiswa LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda Bangka Belitung membagikan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan. Kisah para alumni diharapkan mampu memotivasi semakin banyak putra-putri Bangka Belitung untuk berani melanjutkan studi melalui Beasiswa LPDP.
Saat ini, LPDP mengelola Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp195,81 triliun setelah mendapat tambahan Rp15 triliun per 30 Juni 2026. Dana tersebut menjadi fondasi keberlanjutan berbagai program pendidikan nasional.
Sejak 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah melahirkan 58.749 penerima beasiswa, dengan 34.334 di antaranya telah menjadi alumni. Melalui berbagai program kolaborasi, LPDP juga telah mendukung lebih dari 98 ribu penerima beasiswa program gelar dan lebih dari 586 ribu peserta program non-gelar.
Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar. Jumlah tersebut meningkat 33,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, menunjukkan minat masyarakat terhadap Beasiswa LPDP terus mengalami peningkatan. (**)

