Hardi Efendi Dorong Anak Muda Babel Jadi Guru dan Pengusaha

PANGKALPINANG — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hardi Efendi, mengajak generasi muda di Bangka Belitung untuk mengambil peran penting dalam dunia pendidikan dan kewirausahaan.

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan reses yang digelar di Warkop AB, Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Tamansari, Pangkalpinang, Sabtu (16/5/2025) malam.

Dalam suasana santai dan penuh dialog, Hardi menyerap berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memperkenalkan tugas Komisi IV DPRD Babel yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial, tenaga kerja, serta perlindungan perempuan dan anak.

Baca Juga  Edi Naspta Minta Jangan Ada Intervensi dalam SPMB

“Reses menjadi momen bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan maupun harapan kepada wakil rakyat,” ujar Hardi di hadapan warga.

Ia mengatakan, seluruh masukan masyarakat nantinya akan dihimpun menjadi pokok pikiran DPRD dan diteruskan kepada pemerintah daerah sebagai bahan kebijakan pembangunan.

Pada kesempatan itu, Hardi memberi perhatian khusus terhadap kondisi sektor pendidikan di Bangka Belitung yang dinilai masih kekurangan tenaga pengajar.

Menurutnya, kebutuhan guru di berbagai daerah masih cukup tinggi sehingga menjadi peluang besar bagi anak muda untuk berkontribusi.

Baca Juga  Edi Nasapta Kecewa BSB Abaikan Permintaan Fasilitas EDC dan QRIS

“Kita masih kekurangan ratusan tenaga pengajar. Ini peluang bagi generasi muda yang ingin berkontribusi di dunia pendidikan,” katanya.

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk mengikuti pelatihan maupun sertifikasi guru agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

Tak hanya di sektor pendidikan, politisi Partai Gerindra itu juga mengajak anak muda mulai membangun kemandirian ekonomi melalui dunia usaha.

Ia menilai pola pikir generasi muda perlu berubah, dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Baca Juga  Efredi Effendy : Anak Generasi Muda yang Harus Dilindungi

“Jangan hanya menunggu lowongan pekerjaan. Anak muda harus mulai berani menjadi entrepreneur,” ujarnya.

Hardi menambahkan, keterampilan menjadi modal utama dalam membangun usaha. Untuk itu, masyarakat diminta memanfaatkan program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kemampuan dan daya saing.

“Kalau punya kemampuan dan keahlian, peluang membuka usaha akan lebih besar dan itu bisa membantu mengurangi pengangguran,” tutupnya. (*)