Investor Pasar Modal RI Tembus 28,1 Juta, BEI Gandeng Media Babel Perkuat Literasi Keuangan

PANGKALPINANG – Pertumbuhan investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai 28,1 juta investor, menandakan semakin tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang legal dan produktif.

Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Workshop Wartawan Pasar Modal Bangka Belitung yang digelar di Novotel Bangka Hotel, Kamis (18/6/2026) malam.

Dalam sambutan Penjabat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, yang dibacakan Kepala Perwakilan BEI Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi, media dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.

“Melalui berita yang akurat, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, mengambil keputusan investasi yang bijak, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Fahmi.

Baca Juga  Jalani Pemeriksaan, Akankah JNT Ditetapkan Tersangka?

Menurut data BEI, hingga 17 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.220,74 dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp10.780 triliun. Sementara jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia telah mencapai 957 emiten.

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2026 jumlah investor pasar modal bertambah sekitar 7,8 juta investor baru. Angka tersebut mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.

Babel Masih Punya Peluang Besar

Khusus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jumlah investor pasar modal saat ini tercatat mencapai sekitar 124 ribu investor. Meski terus meningkat, angka tersebut masih tergolong kecil dibandingkan jumlah penduduk Bangka Belitung secara keseluruhan.

Kondisi ini menunjukkan potensi pengembangan pasar modal di daerah masih sangat besar, terutama melalui peningkatan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat.

Baca Juga  Kapolda Babel Cek Kesiapan Personel Brimob Jelang Pemilu 2024

BEI menilai media massa memiliki posisi penting dalam menjembatani informasi pasar modal kepada publik. Pemberitaan yang objektif, edukatif, dan mudah dipahami diyakini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mulai berinvestasi secara cerdas.

“Melalui tulisan dan pemberitaan yang mendidik, pasar modal dapat semakin dikenal dan dipahami masyarakat, sehingga menjadi instrumen investasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Pasar Modal

BEI menegaskan bahwa pertumbuhan pasar modal tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, regulator, perusahaan sekuritas, emiten, investor, akademisi, hingga media massa untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga  Budaya K3 Makin Mengakar, PT Timah Rutin Gelar Apel Gabungan di Area Operasional

Melalui kegiatan workshop tersebut, BEI berharap insan pers dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai perkembangan pasar modal sehingga mampu menghasilkan pemberitaan yang berkualitas dan memberikan nilai edukasi bagi masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penawaran investasi ilegal, peran media menjadi semakin vital dalam mengedukasi masyarakat agar mampu membedakan investasi yang aman dengan investasi bodong.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, BEI optimistis pasar modal Indonesia akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Pertumbuhan investor yang mencapai 28,1 juta orang bukan sekadar angka, melainkan cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal sebagai instrumen investasi masa depan, “jelasnya. (wah)