PANGKALPINANG – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi, termasuk kepada kalangan insan media.
Melalui kegiatan edukasi pasar modal yang digelar bagi wartawan, BEI mengajak peserta untuk menjadi agen informasi yang mampu mendorong masyarakat lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan bijak dalam berinvestasi.
Kegiatan tersebut mengusung semangat mewujudkan insan media daerah yang cerdas finansial, memahami investasi secara benar, serta mampu menyampaikan informasi keuangan yang edukatif kepada masyarakat luas.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi menjelaskan bahwa edukasi pasar modal merupakan program berkelanjutan yang selama ini dijalankan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Sekolah Pasar Modal. Program tersebut membahas beragam instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, hingga pemahaman mengenai kondisi ekonomi dan pasar keuangan.
“Selama ini masyarakat banyak yang ingin belajar investasi, tetapi bingung harus memulai dari mana. Karena itu Bursa Efek Indonesia menyediakan berbagai sarana edukasi yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Fahmi Al Kahfi pada acara Workshop Wartawan Pasar Modal di Novotel Hotel, Kamis (18/6/2026).
IDX Mobile Jadi Sarana Belajar Investasi
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses edukasi, BEI menghadirkan aplikasi resmi bernama IDX Mobile. Aplikasi tersebut dirancang sebagai media pembelajaran investasi yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar dan generasi muda.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi pasar modal secara real-time, mengakses materi edukasi, hingga mencoba fitur virtual trading menggunakan dana simulasi tanpa risiko kehilangan uang.
Menurut BEI, kehadiran aplikasi tersebut menjadi penting mengingat tingginya minat generasi muda terhadap dunia investasi dan keuangan digital.
“Anak-anak muda saat ini sangat melek finansial dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Namun tanpa edukasi yang benar, mereka rentan menjadi korban investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga praktik perjudian online,” jelasnya.
Literasi Keuangan Benteng dari Investasi Bodong
BEI menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Hingga saat ini, masih ditemukan berbagai kasus investasi bodong dan penipuan berkedok penggandaan uang yang merugikan masyarakat.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keinginan memperoleh keuntungan secara instan sering kali mengalahkan logika dan pemahaman keuangan yang sehat.
Padahal, dampak kerugian akibat investasi ilegal tidak hanya berupa kehilangan uang, tetapi juga dapat memicu tekanan psikologis hingga konflik sosial dan keluarga.
“Kita masih menemukan masyarakat yang tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Padahal investasi yang sehat membutuhkan pemahaman, perencanaan, dan kesabaran,” katanya.
Investasi Bukan Jalan Pintas Menjadi Kaya
Dalam kesempatan itu, peserta juga diingatkan bahwa investasi bukanlah cara instan untuk menjadi kaya raya. Investasi merupakan salah satu instrumen dalam perencanaan keuangan jangka panjang yang harus didukung dengan kebiasaan menabung, pengelolaan pengeluaran, dan pengendalian utang.
BEI mencontohkan kisah Ronald James Read, seorang petugas kebersihan dan penjaga pompa bensin di Amerika Serikat yang mampu mengumpulkan kekayaan jutaan dolar melalui kebiasaan menabung dan berinvestasi secara konsisten. Sebaliknya, terdapat banyak individu berpendidikan tinggi yang mengalami kesulitan finansial akibat gaya hidup konsumtif dan pengelolaan utang yang buruk.
“Keberhasilan finansial tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat pendidikan atau besarnya penghasilan, tetapi lebih kepada perilaku dalam mengelola uang,” ungkapnya.
Empat Pilar Menuju Kesehatan Finansial
BEI juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini. Salah satunya dengan menerapkan prinsip sederhana seperti mengendalikan perilaku konsumtif, menghindari utang yang tidak produktif, membangun dana darurat, serta mulai berinvestasi sesuai tujuan keuangan.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang memudahkan transaksi dan belanja online, masyarakat terutama generasi muda diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan fasilitas kredit maupun layanan pembayaran digital.
Literasi keuangan yang baik dinilai menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya memiliki pendapatan, tetapi juga mampu mencapai kesehatan finansial dan kebebasan finansial di masa depan.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, BEI berharap semakin banyak masyarakat yang memahami investasi secara benar sehingga dapat terhindar dari berbagai bentuk penipuan keuangan dan mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sarana membangun kesejahteraan jangka panjang. (wah)

