Pemkab Banyuasin Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan

Bupati: Jangan Alih Fungsi Lahan

BANYUASIN – Pemkab Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar tasyakuran swasembada pangan bertempat di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Banyuasin, Senin (9/2/2026).

Bumi berjuluk Sedulang Setudung ini berhasil meraih peringkat 1 Nasional dalam meningkatkan produksi beras.

Bupati Banyuasin, Askolani, dalam kesempatan istimewa ini menyampaikan rasa suka cita beliau dengan digelarnya tasyakuran ini.

“Saya dan Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama menginisiasi acara Tasyakuran Swasembada Pangan di Kabupaten Banyuasin,”ujar Bupati Banyuasin, Askolani.

Baca Juga  Buka Tungkil Expo 2024, M.Farid: Kita Dorong Perkembangan Ekonomi Dan Sosial Melalui Dunia Usaha

Askolani menegaskan bahwa Sektor Pertanian merupakan salah satu program unggulan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Hal itu telah tertuang dalam misi utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah (RPJMP) Banyuasin, yaitu Meningkatkan Perekonomian Daerah Berbasis Pertanian Dalam Banyuasin Prima.

Untuk mendukung program swasembada pangan maka Pemerintah Kabupaten Banyuasin bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Tahun 2026 Pemkab Banyuasin memprogramkan peningkatan produksi padi dengan sasaran luas tanam padi seluas 268.543 Hektar.

“Untuk itu kita semua harus memiliki komitmen yang sama guna tercapainya target tanam tersebut. Harapan kita dapat meningkatkan produksi padi di tahun 2026, sehingga dari peningkatan produksi tersebut akan memantapkan Kabupaten Banyuasin sebagai lumbung pangan di Provinsi Sumatera Selatan sebagai penyumbang Lumbung Pangan Nasional,”jelas Askolani.

Baca Juga  Banyuasin Terang Tetap Menjadi Prioritas

“Dan Banyuasin akan meningkat dari peringkat 2 Menjadi Peringkat 1 sesuai dengan 7 Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Banyuasin,” sambung Askolani optimis.

Untuk mewujudkan tujuan itu, Askolani menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan alih fungsi lahan persawahan ke usaha tani lainnya.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya berpesan kepada Bapak/Ibu petani untuk tidak melakukan alih fungsi lahan, sehingga lahan untuk memproduksi pangan kita tetap terjaga,” pesan Askolani kepada para petani. (***)