Pendaftaran Ketua PWI Bangka Barat 2026-2029 Resmi Dibuka, Berikut Syaratnya

MENTOK — Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bangka Barat resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua PWI periode 2026-2029. Tahapan penjaringan dimulai pada Sabtu (9/5/2026) dan akan berlangsung hingga 15 Mei 2026 mendatang.

Pembukaan pendaftaran ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Bangka Barat, yang akan menentukan nahkoda baru organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Ketua Pelaksana Konferkab PWI Bangka Barat, Devi Dwi Putra didampingi Sekretaris Ika Indriani Sari menegaskan bahwa panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota yang memenuhi syarat sesuai PD/PRT organisasi.

Baca Juga  55 Desa di Bangka Barat Gelar Pilkades Serentak

“Kami mengundang seluruh anggota PWI Bangka Barat yang memenuhi kualifikasi sesuai PD/PRT untuk berpartisipasi dan mendaftarkan diri,” ujar Devi di Mentok, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Devi, proses verifikasi bakal calon akan dilakukan secara transparan dan profesional guna memastikan pelaksanaan konferensi berjalan demokratis dan berkualitas.

Ia juga menilai regenerasi kepemimpinan menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi organisasi serta meningkatkan kualitas insan pers di Bangka Barat.

“Harapan kami, siapa pun yang terpilih nanti mampu menjaga marwah profesi dan meningkatkan soliditas antarwartawan di daerah ini. Kepada yang mau mendaftarkan diri, bisa menghubungi panitia pelaksana konferkab,” tambahnya.

Baca Juga  Kapolsek Jebus Minta Stop Penambangan Timah Ilegal HL Kuarsa

Persyaratan Calon Ketua PWI Bangka Barat 2026-2029

Panitia menetapkan sejumlah syarat bagi anggota yang ingin mencalonkan diri, yakni:

  • Melampirkan KTA PWI Biru (Anggota Biasa).
  • Memiliki sertifikat UKW Madya.
  • Melampirkan fotokopi KTP.
  • Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak dua lembar.

Dengan dibukanya pendaftaran ini, diharapkan muncul figur-figur terbaik yang mampu membawa PWI Bangka Barat semakin solid, profesional, dan adaptif menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era digital. (YIP)