BELITUNG – Angin segar kembali berhembus bagi sektor pariwisata Belitung. Penerbangan internasional perdana rute Singapura–Tanjung Pandan yang akan dioperasikan mulai 3 Mei 2026 disambut penuh optimisme oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Belitung atas upaya nyata menghadirkan kembali akses internasional ke daerah tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Belitung kembali dilirik sebagai destinasi unggulan di kancah global.
“Ini bukan sekadar penerbangan baru, tapi momentum kebangkitan. Pariwisata Belitung punya daya tarik luar biasa, dan ini kesempatan untuk menghidupkan kembali sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujar Edi Nasapta dalam rilis diterima, Rabu (22/4/2026).
Edi juga memberikan penghargaan khusus kepada Bupati Belitung Joni Alamsyah dan Wakil Bupati Syamsir beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen dalam mendorong konektivitas internasional.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Belitung, kata dia, memiliki struktur ekonomi yang beragam dan telah teruji sejak lama, mulai dari sektor pertambangan timah, perkebunan, hingga perikanan.
“Pariwisata memang menjanjikan, tapi tidak boleh mengesampingkan sektor lain. Keseimbangan itu penting agar ekonomi daerah tetap kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih jauh, Edi menekankan bahwa hadirnya penerbangan internasional harus diikuti dengan kesiapan menyeluruh. Ia menyoroti pentingnya strategi promosi yang tepat sasaran serta keterlibatan pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan dan sektor pendukung lainnya.
“Promosi tidak harus mahal, tapi harus cerdas dan kolaboratif. Ini tentang bagaimana semua pihak bergerak bersama,” tambahnya.
Ia pun berharap momentum ini menjadi titik awal kebangkitan ekonomi Belitung yang lebih luas, dengan pariwisata sebagai motor penggerak yang tetap ditopang oleh sektor-sektor tradisional.
“Harapan kita, pariwisata tumbuh kuat, tapi tetap berjalan beriringan dengan sektor lain yang sudah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” tutupnya. (*)


