PALEMBANG — Semangat kemerdekaan terus digaungkan Bank Sumsel Babel dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.
Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Bank Sumsel Babel meneguhkan komitmennya untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah melalui pelayanan perbankan, pembiayaan yang bertanggung jawab, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Peringatan kemerdekaan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Bagi Bank Sumsel Babel, kemerdekaan merupakan momentum untuk merefleksikan kembali tanggung jawab seluruh insan perusahaan dalam menghadirkan karya, pelayanan, dan pengabdian yang memberikan dampak positif bagi Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam amanat Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang disampaikan Direktur Operasional dan Syariah Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, ditegaskan bahwa kemerdekaan merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Esa sekaligus buah dari keberanian, pengorbanan, persatuan, dan keteguhan para pahlawan.
Karena itu, rasa syukur atas kemerdekaan harus diwujudkan melalui tanggung jawab, kerja nyata, dan kontribusi terbaik dalam setiap bidang pengabdian.

BSB PACAK Jadi Kompas Insan BSB
Sebagai bank pembangunan daerah, semangat berdaulat, adil, dan makmur memiliki keterkaitan erat dengan peran strategis Bank Sumsel Babel.
Kedaulatan diwujudkan melalui upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian ekonomi daerah. Keadilan diwujudkan dengan menghadirkan layanan keuangan yang mudah dijangkau dan setara. Sementara kemakmuran didorong melalui pengembangan usaha, pembiayaan yang prudent, dan berbagai layanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan budaya kerja BSB PACAK, yang menjadi kompas bagi seluruh insan Bank Sumsel Babel dalam berpikir, mengambil keputusan, memberikan pelayanan, hingga menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Profesionalitas menjadi salah satu kunci utama. Setiap insan BSB didorong untuk menyelesaikan pekerjaan dengan standar terbaik, memahami target sebagai bentuk tanggung jawab, serta memastikan setiap pekerjaan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan daerah.
Di saat yang sama, sikap amanah menjadi fondasi penting. Sebagai lembaga yang mengelola dana, data, dan kepercayaan masyarakat, Bank Sumsel Babel terus menempatkan integritas, kepatuhan, dan kesadaran terhadap risiko sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan.
Setiap keputusan harus diambil bukan hanya dengan mempertimbangkan kecepatan dan keuntungan, tetapi juga kebenaran, kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Bersama Hadirkan Dampak Nyata

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi dorongan bagi Bank Sumsel Babel untuk terus meningkatkan disiplin, memperkuat kualitas pelayanan, mempercepat transformasi, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Seluruh insan Bank Sumsel Babel diharapkan mampu menghadirkan keramahan dan solusi dalam setiap pelayanan, mengutamakan kualitas dalam pengembangan bisnis, sekaligus menjaga ketelitian, keamanan, dan keandalan dalam aspek operasional, risiko, kepatuhan, maupun teknologi.
Para pemimpin di setiap lini pun didorong menjadi teladan dalam menghidupkan nilai-nilai PACAK melalui tindakan nyata. Dengan demikian, budaya kerja tidak berhenti sebagai slogan, melainkan benar-benar menjadi bagian dari perilaku dan cara kerja organisasi.
“Mari bergerak bersama, bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih berdampak. Setiap layanan, pembiayaan yang prudent, inovasi, dan kepercayaan yang kita jaga merupakan bagian dari kontribusi Bank Sumsel Babel bagi Indonesia.”
Komitmen tersebut menjadi landasan Bank Sumsel Babel untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Melalui layanan perbankan, pembiayaan yang bertanggung jawab, inovasi, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, Bank Sumsel Babel berkomitmen mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta pertumbuhan daerah secara berkelanjutan.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan yang harus disyukuri, tetapi juga amanah yang harus diteruskan melalui kerja dan pengabdian. (*)
Sumber: Humas BSB


