EMPAT orang bocah tampak mulai menggigil kedinginan. Mereka duduk berjejer pada bangku kayu panjang. Setengah badan bagian bawah terendam air pagi itu.
Pukul 03.00 WIB mereka mulai berendam di sungai. Menjelang pukul 06.00 WIB keempatnya naik kedarat untuk penjalani prosesi berikutnya. Mereka akan dikhitan.
Khitanan ini salah satu bagian dari tradisi ‘Sedekah Kampong’ Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan dimulai pada (3/9/2022), pukul 15.00 WIB.
Diawali dengan khataman Quran. Kemudian dilanjutkan dengan ritual adat dari pemuka adat.
“Pada malam harinya dilaksanakan hiburan rakyat. Setelah itu paginya anak-anak dikhitan oleh pemuka adat, dilanjutkan dengan silaturahmi,” kata Ketua Panitia Bayu dua pekan lalu.
Ketua Lembaga Adat Desa Simpang Tiga, Darmiyanto atau Kak Ito mengatakan warga Simpang Tiga mempertahankan adat dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur mereka.
“Seperti adat Sedekah Kampong, sunat massal, kesenian dambus dan campak, pencak silat dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Agenda Sedekah Kampong didukung Program CSR PT Timah Tbk sebagai bagian dari upaya pelestarian tradisi di Simpang Tiga.
“Kami ucapkan terimakasih kepada PT Timah yang turut mendukung kegiatan adat di desa Simpang Tiga, Semoga sinergi ini terus berlanjut,” kata Kak Ito.
Penjabat Kepala Desa Simpang Tiga, Rohim mengungkapkan bantuan yang diajukan ke PT Timah cepat direspon. “Mewakili warga , kami mengucapkan terimakasih,” katanya. (***)


