Wali Kota Saparudin Tegaskan Media sebagai Penyeimbang Pemerintahan di Tengah Efisiensi Anggaran

PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menegaskan pentingnya peran media massa sebagai penyeimbang sekaligus kontrol sosial dalam roda pemerintahan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Safari Ramadhan dan buka puasa bersama ratusan awak media di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Senin (16/3/2026).

Acara berlangsung khidmat dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Ketua TP PKK Susanti, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Dalam sambutannya, Saparudin memberikan apresiasi tinggi kepada para jurnalis yang terus konsisten menghasilkan karya tulis untuk masyarakat. Sebagai seorang akademisi, ia memahami bahwa menulis bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan ketekunan serta keberanian.

“Teman-teman media ini adalah orang-orang luar biasa. Kemampuan menulis itu tidak mudah. Saya sebagai dosen tahu betul betapa sulitnya meminta mahasiswa untuk menulis. Karena itu, saya sangat menghargai teman-teman yang berani menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi publik,” ujarnya.

Baca Juga  Safari Ramadhan, Molen : Groundbreaking Masjid Kubah Timah Akan di Mulai Juli 2022

Ia juga menekankan bahwa karya jurnalistik memiliki nilai sejarah yang abadi. Menurutnya, tulisan wartawan menjadi rekam jejak yang tidak akan hilang ditelan zaman. Ia mencontohkan tokoh-tokoh besar seperti Al-Ghazali dan Buya Hamka yang tetap dikenang karena warisan karya tulis mereka.

“Tanpa menulis, seseorang tidak akan punya jejak. Sehebat apa pun seseorang, jika tidak memiliki karya tulis, namanya akan hilang saat ia tiada,” tambahnya.

Di sisi lain, Saparudin juga memaparkan kondisi keuangan daerah yang saat ini menghadapi tantangan serius. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila kerja sama dengan media belum berjalan maksimal akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Babel Siap Jadi Tuan Rumah Ijtima Ulama Se-Indonesia

Menurutnya, sejak menjabat empat bulan terakhir bersama Wakil Wali Kota, Pemkot Pangkalpinang harus melakukan penyesuaian besar-besaran menyusul pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana transfer lainnya.

“Tahun 2026 ini, anggaran dari pusat untuk pembangunan daerah sangat terbatas. Dana yang masuk mayoritas hanya cukup untuk membayar gaji ASN,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak pada berbagai sektor, termasuk pembayaran P3K, tenaga honorer, hingga TPP pegawai. Efisiensi anggaran juga turut memengaruhi kerja sama dengan media.

Meski demikian, Saparudin memastikan bahwa pemerintah kota tidak mengabaikan peran pers. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan berbagai proposal pembangunan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar program pembangunan tetap berjalan dan tidak terhambat.

Baca Juga  Ini Daftar Pemenang Lomba Festival Pasir Padi Jilid III

Menutup sambutannya, pria yang juga dikenal sebagai pakar teknologi informasi ini mengingatkan pentingnya akurasi dalam pemberitaan di era digital. Ia menegaskan bahwa informasi yang tidak benar dapat tersimpan permanen dalam sistem big data dan kecerdasan buatan.

“Informasi yang tidak benar akan tercatat selamanya di big data seperti Google, Facebook, maupun Instagram. Karena itu, peran jurnalis sangat penting untuk memberikan informasi yang valid agar tidak terjadi simpang siur di masa depan,” tegasnya.

Acara kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan dalam momentum Ramadhan yang penuh kehangatan dan silaturahmi antara pemerintah daerah dan insan pers. (*)