PANGKALPINANG — Upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat gerakan kebersihan lingkungan terus dilakukan. Sebanyak 15 paket tempat sampah lima warna disiapkan untuk ditempatkan di sejumlah ruang publik di Kota Pangkalpinang.
Penyediaan fasilitas ini merupakan bagian dari partisipasi Pemkot Pangkalpinang dalam Gerakan Indonesia Asri, sekaligus mengajak masyarakat membiasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan tempat sampah lima kategori tersebut tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas membuang sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Menurut Fahrizal, pemilahan sampah sejak dari sumber sangat penting untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA.
Lima warna tempat sampah itu memiliki fungsi berbeda. Hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, merah untuk limbah B3, biru untuk kertas dan kardus, serta abu-abu untuk sampah residu seperti popok dan tisu bekas.
Tempat sampah tersebut rencananya disebar di sejumlah kawasan publik, di antaranya alun-alun, Taman Wilhelmina, dan Dealova.
DLH juga akan menambahkan tulisan atau stiker pada setiap tempat sampah agar masyarakat lebih mudah mengetahui jenis sampah yang harus dibuang sesuai kategorinya.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi munculnya titik-titik sampah liar yang masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan Pangkalpinang.
TPA Masih Rawan Terbakar
Sementara itu, DLH Kota Pangkalpinang mengingatkan kondisi TPA yang masih menerapkan sistem open dumping membuat kawasan tersebut cukup rawan mengalami kebakaran.
Sampah organik dan anorganik yang bercampur dapat menghasilkan gas metana. Kondisi tersebut, ditambah cuaca panas, material plastik, dan bahan lainnya, berpotensi memicu munculnya titik api.
Fahrizal mengatakan kebakaran yang sempat terjadi sebelumnya berhasil ditangani melalui sinergi petugas pemadam kebakaran, Babinsa, masyarakat sekitar, serta tim TPA DLH.
Untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi, personel DLH tetap disiagakan di lokasi. Alat berat juga disiapkan untuk menangani apabila kembali muncul titik api.
Pemkot Pangkalpinang berharap penyediaan fasilitas pemilahan sampah ini dapat mendorong kesadaran masyarakat, sekaligus menjadi langkah nyata mengurangi sampah liar dan beban TPA.
Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi lebih “nendang” untuk opening berita radio 60–90 detik, dengan gaya bahasa khas berita TV/radio lokal. (**)

