20 Warga Pangkalpinang Lulus Seleksi Calon Pekerja Migran, Disnaker Siapkan Pelatihan Boarding 3 Bulan

PANGKALPINANG – Peluang warga Pangkalpinang untuk menembus pasar kerja luar negeri semakin terbuka. Sebanyak 20 calon pekerja migran Indonesia (PMI) dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang. Pelatihan tersebut resmi dibuka, Kamis (3/9/2026), di SPNF SKB Kota Pangkalpinang.

Program ini dirancang untuk membekali peserta agar tidak hanya siap berangkat, tetapi juga memiliki kompetensi dan pemahaman yang cukup sebelum bekerja di luar negeri.

Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan pelatihan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan calon PMI memahami mekanisme bekerja ke luar negeri secara aman dan legal.

Baca Juga  Danrem 045/Gaya Pimpin Sertijab, Letkol Arm Firstya Andrean Gitrias Resmi Jabat Dandim 0413/Bangka

“Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai prosedur penempatan yang aman dan legal, hak serta kewajiban pekerja, perlindungan hukum, hingga budaya dan etika kerja di negara tujuan,” kata Amrah dalam laporannya.

Animo masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Dari 51 orang yang mendaftar, sebanyak 26 calon peserta kemudian mengikuti proses seleksi yang dilakukan BP3MI Sumatera Selatan.

Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari motivasi, komitmen, kelengkapan dokumen hingga wawancara. Dari proses tersebut, 20 warga asal Kota Pangkalpinang dinyatakan lulus.

Baca Juga  20 Dulang Nganggung Meriahkan Maulid Nabi di SDN 28 Pangkalpinang

Menariknya, para peserta tidak hanya mendapatkan materi pelatihan. Program ini menerapkan sistem boarding, sehingga peserta akan tinggal di lokasi pelatihan selama tiga bulan dan mendapatkan fasilitas tempat tinggal.

Dengan pola tersebut, peserta diharapkan dapat mengikuti proses pembinaan secara lebih intensif dan fokus sebelum benar-benar memasuki dunia kerja internasional.

Program pelatihan ini dibiayai melalui anggaran tambahan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui BP3MI.

Di sisi lain, Amrah mengungkapkan peningkatan signifikan pada program pelatihan yang telah dijalankan Disnaker Pangkalpinang sepanjang 2026.

Sejak April hingga Agustus 2026, tercatat 134 orang telah mendapatkan pelatihan. Angka itu jauh melampaui kapasitas sebelumnya yang rata-rata hanya sekitar 54 peserta dalam setahun.

Baca Juga  Apresiasi Anak PAUD Ceria jadi Petugas Upacara Bendera

Tak berhenti pada pelatihan, Disnaker Pangkalpinang juga telah menerbitkan 34 sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepanjang 2026.

Amrah menegaskan, peningkatan kapasitas tenaga kerja menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah agar masyarakat tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi memiliki keahlian yang mampu meningkatkan daya tawar mereka.

“Kami konsen meningkatkan kapasitas SDM agar mereka siap kerja, siap ditempatkan, dan mampu bersaing di tempat yang lebih baik,” ujarnya. (**)