PANGKALPINANG — Upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat program kebersihan mendapat dukungan dari BNI. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, BNI Kantor Cabang Bangka Trade Center menyerahkan 15 set tong sampah untuk ditempatkan di sejumlah ruang publik.
Bantuan tersebut diterima langsung Wali Kota Pangkalpinang Saparudin di halaman Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (3/9/2026). Penyerahan turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna.
Saparudin mengatakan, dukungan dari BNI menjadi bagian penting dalam memperkuat program Pangkalpinang Bersih dan Indonesia Asri.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani persoalan sampah. Kolaborasi dengan BUMN dan berbagai stakeholder dibutuhkan agar program kebersihan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, dalam program Pangkalpinang Bersih, Indonesia Asri ini, kita memang bersinergi dan berkolaborasi dengan stakeholder, teman-teman dari BUMN,” ujar Saparudin.
Ia berharap langkah BNI tersebut dapat diikuti stakeholder lainnya sehingga fasilitas dan pengelolaan kebersihan di ruang publik Pangkalpinang semakin baik.
Namun, Saparudin menegaskan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah tong sampah.
Pemkot Pangkalpinang kini juga mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, termasuk di ruang publik, sekolah hingga berbagai fasilitas umum.
“Program kita untuk pemilahan sampah di tempat-tempat publik, kemudian di sekolah-sekolah, tempat-tempat umum,” katanya.
Target Lima TPS3R di Pangkalpinang
Selain mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah, Pemkot Pangkalpinang juga memperkuat sistem pengolahan sampah melalui pembangunan dan revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Pada tahun ini, Pemkot Pangkalpinang mendapatkan satu unit TPS3R dari Kementerian Pekerjaan Umum yang akan ditempatkan di kawasan Air Kepala Tujuh.
Sementara itu, dua TPS3R lainnya yang berada di Genas dan Ketapang akan direvitalisasi.
Pemkot juga berharap PT Timah dapat membantu pembangunan satu unit TPS3R. Jika terealisasi, Pangkalpinang ditargetkan memiliki lima unit TPS3R pada 2026.
“Tahun 2027 kita programkan dua lagi,” kata Saparudin.
TPA Mulai Ditata, Disiapkan Jadi Kawasan Hutan
Penanganan sampah juga menyasar tempat pembuangan akhir (TPA). Pemkot Pangkalpinang mulai melakukan penataan dengan menutup bagian TPA yang sudah tidak digunakan.
Kawasan tersebut nantinya diarahkan menjadi kawasan hutan.
Sedangkan bagian TPA yang masih aktif akan tetap dimanfaatkan sembari pemerintah menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Saparudin menjelaskan, TPST nantinya menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan sampah Pangkalpinang. Residu dari sampah yang telah diolah di TPS3R akan dikirim ke TPST untuk penanganan lebih lanjut.
Ia mencontohkan, dari kapasitas TPS3R sebesar 10 ton sampah, diperkirakan sekitar 30 persen atau tiga ton akan menjadi residu.
“Jadi pola ekosistem pengolahan sampah kita begitu,” ujarnya.
Saparudin mengapresiasi dukungan BNI dan berharap kolaborasi bersama BUMN serta stakeholder lainnya terus diperkuat.
“Mudah-mudahan bisa didukung oleh stakeholder kita seperti pada sore hari ini, sehingga kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan sampah di Kota Pangkalpinang,” pungkasnya.
15 Tong Sampah Disebar di Tiga Ruang Publik
Sementara itu, Branch Manager BNI Kantor Cabang Pembantu BTC Rico Noviansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program CSR BNI untuk mendukung program pemerintah daerah.
“Ini salah satu program CSR BNI terkait bantuan program pemerintah, Gerakan Inisiasi Asri Kota Pangkalpinang,” kata Rico.
Sebanyak 15 unit tong sampah tersebut akan ditempatkan di tiga lokasi ruang publik, yakni Alun-Alun Pangkalpinang, Taman Wilhelmina dan Bukit Dealova.
Rico mengatakan, bantuan ini menjadi dukungan pertama BNI untuk program kebersihan di Kota Pangkalpinang.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga kontribusi BNI terhadap upaya menciptakan lingkungan Pangkalpinang yang bersih dan asri semakin besar.
“Mudah-mudahan nanti program ini bisa kita lanjutkan untuk ke depannya,” ujarnya. (**)

