Bank Sumsel Babel Buka 150 Rekening, Dorong Komoditas Unggulan Daerah Naik Kelas

Kopi dan Serat Nanas

PALEMBANG – Bank Sumsel Babel mendorong komoditas unggulan daerah tidak berhenti sebagai bahan mentah. Kopi dan serat nanas diarahkan untuk masuk ke tahap pengolahan agar memiliki nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Kopi dan Olahan Serat Nanas yang dirangkai dengan pembukaan 150 rekening tabungan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Program ini menjadi bagian dari upaya Bank Sumsel Babel memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong UMKM daerah agar naik kelas.

Tak sekadar memberikan akses perbankan, kegiatan tersebut juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengolahan komoditas lokal. Mulai dari peningkatan kualitas, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran menjadi bagian penting agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Baca Juga  FABA Batu Bara PLTU Air Anyer: Dari Limbah Menjadi Berkah

Bagi komoditas kopi, hilirisasi membuka ruang bagi petani dan pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan penjualan dalam bentuk biji atau bahan mentah. Produk dapat dikembangkan melalui proses pengolahan dan pengemasan sehingga memiliki nilai jual serta peluang pasar yang lebih luas.

Hal serupa berlaku pada serat nanas. Komoditas yang selama ini berpotensi belum termanfaatkan secara optimal tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan membuka peluang usaha baru di tingkat masyarakat.

Bank Sumsel Babel melihat hilirisasi sebagai salah satu cara memperpanjang rantai ekonomi komoditas daerah. Semakin banyak tahapan produksi dan pengolahan yang dilakukan di daerah, semakin besar pula peluang nilai ekonomi dinikmati masyarakat setempat.

Baca Juga  DPRD Babel Desak Kementerian ESDM Naikkan Harga Timah Rakyat dan Percepat IPR

“Dari potensi daerah, tumbuh menjadi peluang ekonomi yang nyata,” demikian pesan yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Bank Sumsel Babel.

Di sisi lain, pembukaan 150 rekening menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem usaha. Pelaku UMKM dan kelompok tani yang terhubung dengan layanan keuangan formal memiliki akses yang lebih baik terhadap transaksi perbankan dan pengelolaan keuangan usaha.

Akses tersebut diharapkan tidak berhenti pada kepemilikan rekening. Dalam jangka panjang, inklusi keuangan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kapasitas usaha, pembiayaan, serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM.

Dengan demikian, hilirisasi kopi dan serat nanas tidak hanya berbicara soal mengolah produk, tetapi juga bagaimana menciptakan rantai nilai yang lebih panjang dari hulu hingga hilir.

Baca Juga  Ziarah Kubro 2026: Palembang Siap Sambut 30 Ribu Jamaah dari Dalam dan Luar Negeri

Mulai dari produksi oleh petani, pengolahan oleh pelaku usaha, peningkatan kualitas, pengemasan, pemasaran, hingga transaksi melalui sistem keuangan formal menjadi bagian dari ekosistem yang saling terhubung.

Bank Sumsel Babel berharap sinergi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus melahirkan peluang ekonomi baru berbasis komoditas unggulan Sumatera Selatan.

Jika berjalan konsisten, penguatan hilirisasi dapat menjadi salah satu jalan bagi komoditas lokal untuk tidak hanya memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat perekonomian daerah.

Bank Sumsel Babel berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (*)

Sumber: Humas BSB