MUARA ENIM — Bertahan selama puluhan tahun bukanlah perjalanan yang mudah bagi sebuah usaha. Dibutuhkan konsistensi, inovasi, serta kemampuan beradaptasi agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga. Hal itu dibuktikan oleh Kedai Azhara, usaha kuliner yang telah berdiri sejak 2001 di Muara Enim.
Perjalanan panjang Kedai Azhara menjadi gambaran bahwa usaha lokal mampu terus tumbuh ketika mendapat dukungan dan pendampingan yang tepat. Salah satu dukungan tersebut hadir melalui program pembinaan UMKM dari Bank Sumsel Babel.
Sekitar satu setengah tahun bergabung sebagai UMKM binaan Bank Sumsel Babel, Kedai Azhara merasakan perkembangan positif, terutama dari sisi peningkatan penjualan. Dukungan akses pembiayaan, pendampingan manajemen usaha, hingga kesempatan promosi melalui berbagai kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan usaha.
“Keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh lamanya usaha berjalan, tetapi juga kemauan untuk terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan pasar, menjadi semangat yang tercermin dari perjalanan Kedai Azhara.
Bank Sumsel Babel menilai UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, komitmen pendampingan terus dilakukan agar pelaku usaha lokal memiliki daya saing lebih kuat dan mampu memperluas pasar.
Melalui program pembinaan UMKM, Bank Sumsel Babel terus menghadirkan berbagai dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Perjalanan Kedai Azhara menjadi bukti bahwa usaha lokal dengan fondasi kuat, kreativitas, dan dukungan yang tepat mampu terus bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Bersama UMKM, Bank Sumsel Babel terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebab ketika UMKM tumbuh, daerah pun ikut melaju.
Bank Sumsel Babel berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan. (***)
Sumber : Humas BSB

