Investasi Kuliner Lokal Menggeliat, Lempah & Seafood Ketapang Diresmikan Gubernur

PANGKALPINANG — Sektor kuliner lokal di Bangka Belitung (Babel) terus menunjukkan geliat positif. Kehadiran Lempah & Seafood Ketapang menjadi salah satu investasi baru yang diharapkan mampu memperkuat roda perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan pariwisata, serta promosi kuliner khas Negeri Serumpun Sebalai.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani secara resmi membuka Lempah & Seafood Ketapang yang berlokasi di Jalan Laksamana Malahayati, depan SMKN 4 Pelayaran Pangkalpinang, Senin (27/7/2026).

Peresmian restoran yang mengusung konsep kuliner khas Babel tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Babel, jajaran Pemerintah Provinsi Babel, Ketua DPRD, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, serta sejumlah pelaku usaha.

Hidayat Arsani mengatakan, masuknya investasi baru di sektor kuliner menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi daerah. Menurutnya, usaha kuliner tidak hanya menawarkan produk makanan, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Baca Juga  Pj Sekda Babel Sambut Kedatangan Jusuf Kalla

“Semoga Lempah & Seafood Ketapang menjadi awal yang baik dalam mengembangkan usaha kuliner berkualitas, memberikan pelayanan terbaik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hidayat.

Ia menilai kekayaan kuliner Babel, khususnya lempah yang telah menjadi identitas masyarakat daerah, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

“Lempah merupakan kuliner khas yang telah menjadi identitas masyarakat Babel. Dipadukan dengan kekayaan hasil laut yang melimpah, potensi ini harus terus dikembangkan agar menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Hari Pelanggan Nasional, Amris Adnan Kunjungi 10 Rumah Sakit di Babel

Menurutnya, pertumbuhan investasi di sektor kuliner dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pelaku usaha besar, UMKM, nelayan, hingga sektor pariwisata.

“Kehadiran restoran ini bukan untuk mematikan usaha kecil lainnya, tetapi menjadi pelengkap yang bersama-sama menggerakkan perekonomian, meningkatkan pariwisata, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Hidayat juga optimistis kondisi ekonomi Babel akan terus membaik seiring meningkatnya aktivitas usaha dan investasi. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi daerah yang sebelumnya berada di bawah satu persen kini telah meningkat sekitar 4,8 persen dan ditargetkan mencapai 5,2 persen.

Sementara itu, Owner Lempah & Seafood Ketapang, Mina, mengatakan usaha tersebut hadir dengan membawa misi melestarikan kuliner tradisional Babel. Menurutnya, lempah kuning bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya daerah.

Baca Juga  Pj Gubernur Suganda Dengarkan Aduan GMPHR Soal Pemanfaatan Kawasan Hutan di Mendo Barat

“Lempah kuning adalah identitas masyarakat Babel. Kami ingin menghadirkan cita rasa khas Babel dengan bahan laut segar dari nelayan lokal yang dipadukan dengan rempah-rempah khas daerah,” ujarnya.

Mina berharap kehadiran Lempah & Seafood Ketapang dapat menjadi pilihan wisata kuliner baru bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Dengan mengangkat kekayaan lokal, restoran ini diharapkan mampu menjadi salah satu ikon kuliner Babel sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah melalui industri makanan dan pariwisata. (***)

Sumber: Biro Adpim Setda Babel