Bateng Targetkan Kembali Predikat Terinovatif, 246 Inovasi Siap Dorong Pelayanan Publik

KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus memperkuat budaya inovasi sebagai upaya mempercepat pembangunan daerah. Hingga tahun 2026, sebanyak 246 inovasi telah dihasilkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan sosialisasi inovasi yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) kepada seluruh pemangku kepentingan.

Sebelum tahap sosialisasi, Bappelitbangda secara rutin melaksanakan asistensi dan fasilitasi melalui program Bengkel Inovasi yang berlangsung selama enam bulan setiap tahun. Program ini menjadi wadah pendampingan bagi perangkat daerah dalam melahirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengatakan inovasi merupakan kunci dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga.

Baca Juga  Kasus Pencabulan Terhadap Anak, Keluarga Korban Diintimidasi

“Kami percaya seluruh perangkat daerah memiliki kemampuan untuk menghadirkan inovasi yang menjadi sumbu kolaborasi dalam menciptakan perubahan. Inovasi tersebut tidak hanya berdampak di lingkungan pemerintah, tetapi juga dirasakan langsung masyarakat melalui peningkatan layanan dasar,” kata Algafry.

Menurutnya, keberadaan 246 inovasi tersebut diharapkan mampu mengembalikan Bangka Tengah sebagai salah satu daerah paling inovatif di Indonesia.

“Dengan berbagai inovasi unggulan ini, kami ingin memperkuat tradisi inovasi yang berkualitas serta menjadikan Bangka Tengah kembali sebagai daerah yang terinovatif, adaptif, kreatif, dan kompetitif di tingkat nasional,” ujarnya.

Algafry juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan inovasi, mulai dari pemerintah desa, unit pelaksana teknis (UPT), sekolah, hingga komunitas dan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, keterlibatan semua pihak akan mendukung pencapaian visi-misi RPJMD 2025–2029 sekaligus memperkuat implementasi Rencana Induk Riset, Pengembangan, dan Inovasi Daerah (RIPJPID).

Baca Juga  CMN Bangun Ekosistem Media Sehat, Jurnalisme Positif

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, mengatakan penyelarasan RPJMD dengan RIPJPID merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi daerah.

Ia berharap upaya tersebut mampu membawa Bangka Tengah kembali meraih predikat Kabupaten Terinovatif pada ajang Innovation Government Award (IGA) 2026.

Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah, R.M. Ikmanto, menjelaskan bahwa ratusan inovasi yang dikembangkan terdiri dari inovasi digital maupun non-digital yang mencakup berbagai sektor, seperti pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat, hingga tata kelola pemerintahan.

Menurut Ikmanto, seluruh inovasi dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif sehingga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mendorong perbaikan indikator pembangunan daerah.

Baca Juga  Normalisasi Drainase Tepekong, DPUTR Bangka Tengah Siapkan Infrastruktur Tahan Banjir

Di sisi lain, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda, Dadang Proyogo, menegaskan asistensi dan sosialisasi menjadi bagian penting dalam siklus inovasi.

Menurutnya, kedua tahapan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat sehingga inovasi yang dikembangkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dari total 246 inovasi yang dihasilkan selama 2024–2025, sejumlah program unggulan hadir di berbagai sektor, di antaranya SuperApps Bedulang, SEMAMP.AI, PILAR STARTUP, PESAN ABANG, MANGROVE, KEDAI DIGITAL UMKM, BANG AYI, PAKAN RAKYAT, SIKOK DATA, hingga berbagai inovasi pelayanan kesehatan, pendidikan, kependudukan, lingkungan hidup, pertanian, perikanan, dan pelayanan desa.

Melalui penguatan budaya inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah optimistis kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat, pembangunan daerah semakin cepat, serta kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan. (rel)

.