PANGKALPINANG — Harapan tak lagi sekadar wacana di balik tembok lembaga pemasyarakatan. Di Lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang, langkah nyata perubahan mulai digerakkan.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, Kamis (26/3/2026), meresmikan program pengolahan pupuk sekaligus menyerahkan bantuan sumur bor bagi warga binaan. Program ini menjadi simbol transformasi pembinaan, dari sekadar menjalani hukuman menjadi proses pemberdayaan yang produktif.
Di hadapan ratusan warga binaan, Hidayat menegaskan bahwa kegiatan pengolahan pupuk bukan hanya rutinitas, tetapi bekal masa depan.
“Di sini mereka belajar keterampilan, membangun mental kerja, dan mempersiapkan kehidupan setelah bebas. Kita ingin mereka mandiri, bukan bergantung,” ujarnya.
Tak hanya itu, perhatian terhadap kebutuhan dasar juga ditunjukkan melalui bantuan sumur bor yang diberikan secara pribadi oleh gubernur. Dengan jumlah penghuni mencapai sekitar 800 orang, ketersediaan air bersih dinilai krusial untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Air adalah kebutuhan utama. Kalau ini terpenuhi, kualitas hidup mereka juga meningkat,” tambahnya.
Program pengolahan pupuk ini turut melibatkan kerja sama dengan PLTU 3 Bangka, memanfaatkan limbah non-B3 menjadi produk bernilai guna. Sinergi ini memperlihatkan kolaborasi konkret antara pemerintah, lapas, dan sektor industri.
Kepala Lapas, Sugeng Indrawan, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menyebut program ini sebagai dorongan besar bagi pembinaan warga binaan.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk kepercayaan bahwa mereka bisa berubah dan berkarya,” katanya.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan bantuan secara simbolis, disusul sesi foto bersama yang sarat makna kebersamaan. (*)
Sumber : Biro Adpim


