Dari Warkop ke Politik: Gaya Santai Adi Irawan Mendengar Suara Rakyat

PANGKALPINANG – Pagi di Warkop Akew berjalan seperti biasa. Aroma kopi menguar, meja kayu dipenuhi pelanggan, dan obrolan ringan mengalir tanpa henti. Namun di satu sudut, suasana terasa sedikit berbeda.

Seorang pria berbaju kaos oblong dan jeans duduk santai, larut dalam percakapan hangat bersama warga. Ia bukan pengunjung biasa. Dialah Adi Irawan, sosok yang baru saja dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Pangkalpinang periode 2026–2031.

Jabatan yang diraihnya secara aklamasi dalam Musda di Pasir Padi Resort tak mengubah gayanya. Alih-alih menjaga jarak, Adi justru memilih ruang paling sederhana untuk menyerap aspirasi: warung kopi.

Baca Juga  FENOMENA TURISMOFOBIA

Di sana, ia tak tampil sebagai elite politik. Ia lebih banyak mendengar. Dari keluhan harga sembako, sulitnya mencari pekerjaan, hingga harapan warga terhadap masa depan kota.

“Di sinilah suara yang sebenarnya bisa kita dengar,” ujarnya sambil mengaduk kopi.

Bagi Adi, warkop bukan sekadar tempat santai, melainkan ruang dialog yang jujur tanpa formalitas. Percakapan yang terjadi terasa lebih terbuka dan apa adanya.

Yudi (42), salah satu warga yang ikut berbincang, mengaku terkesan.
“Jarang ada pimpinan partai yang mau duduk lama seperti ini. Biasanya ada jarak, tapi ini terasa dekat,” katanya.

Baca Juga  Pesan Gubernur Erzaldi Optimalkan Fungsi Masjid untuk Kegiatan Ummat

Pendekatan ini memang sengaja dipilih Adi. Ia ingin membawa wajah politik yang lebih membumi—tidak eksklusif, tidak kaku, dan mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, kekuatan partai bukan hanya soal strategi, tetapi tentang kedekatan nyata dengan rakyat. Karena itu, ia mendorong seluruh kader untuk aktif turun ke lapangan.

“Kader harus mau mendengar. Dari situ kita tahu apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Obrolan di Warkop Akew terus mengalir tanpa sekat. Tidak ada protokol, tidak ada batasan topik. Semua berlangsung alami, penuh tawa dan cerita.

Baca Juga  Hari Anak Nasional Ke-39 Tahun 2023, Momen Untuk Saling Menjaga Dan Melindungi

Bagi warga, mungkin ini hanya pertemuan sederhana. Namun bagi Adi, setiap percakapan adalah bagian penting dari membangun kepercayaan.

Di tempat itu, politik hadir dalam bentuk paling sederhana, secangkir kopi, obrolan hangat, dan kesediaan untuk saling mendengar. (suf)