PANGKALPINANG — Pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Pangkalpinang masih jauh dari kata merata. Dari total 300 sekolah yang menjadi sasaran, sebanyak 123 sekolah dilaporkan belum merasakan manfaat program secara optimal.
Berdasarkan data terbaru Satgas Percepatan MBG setempat, sebanyak 103 sekolah bahkan belum tersentuh program sama sekali. Sementara itu, 20 sekolah lainnya memilih untuk menolak pelaksanaan MBG.
Ketua Satgas MBG Kota Pangkalpinang, Mie Go, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil. Hasilnya menunjukkan adanya ketimpangan distribusi program di sejumlah wilayah.
“Ini menjadi perhatian serius. Kami menemukan masih banyak sekolah yang belum terlayani,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Sekolah-sekolah yang belum menerima program tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Gabek, Bukit Intan, Gerunggang, Taman Sari, dan Girimaya. Adapun sekolah yang menolak program berada di wilayah Gabek, Pangkalbalam, Girimaya, dan Rangkui.
Di sisi lain, sebanyak 177 sekolah sudah merasakan manfaat Program MBG. Capaian ini menunjukkan bahwa program tetap berjalan, meskipun implementasinya belum sepenuhnya merata.
Menanggapi adanya penolakan, Satgas MBG berencana meningkatkan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan koordinasi intensif dengan pihak sekolah serta pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan dapat membuka pemahaman tentang pentingnya asupan gizi bagi siswa.
“Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk kesehatan dan masa depan anak-anak,” tegas Mie Go. (*)


