PANGKALPINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno, dr. Ira Ajeng Astried mengungkapkan adanya kendala waktu terkait penyelesaian pembangunan gedung radiologi milik rumah sakit provinsi ini. Selain itu pihaknya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Hal ini diungkapkan Ira saat mendampingi Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, saat meninjau proses pembangunan gedung tersebut di RSUP di Air Anyir, Kabupaten Bangka, Rabu (28/9/2022).
Menurut Ira pembangunan gedung Radioterapi harusnya selesai pada pertengahan Oktober 2022, namun diprediksi akan meleset hingga November 2022.
“Tapi kita usahakan untuk melakukan percepatan, dimana tim melakukan tugasnya siang dan malam (penambahan jam kerja), termasuk konsultan pengawas yang standby,” kata Ira dilansir dari babelprov.co.id, Kamis pagi.
“Jadi kita berupaya untuk selesai tidak terlalu jauh dari tenggat waktu. Sedangkan untuk alkes (alat kesehatan), sudah ada alat yang masuk dan sudah disimpan sesuai rekomendasi penyedia supaya alatnya tidak rusak,” sambungnya.

Ira mengatakan jika ruangan sudah siap, alat akan masuk dan akan diuji fungsi (beberapa tes) sampai akhirnya akan diverifikasi sampai ke Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) atau perizinan akhir.
Selain itu, hingga kini pihaknya, kata Ira, masih ada kekurangan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan kompetensi khusus untuk radioterapi.
Ia berharap agar BKPSDMD (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) dapat membantu untuk menambah SDM yang dibutuhkan.
Sementara Ridwan meninjau proses ke lokasi untuk memastikan proses pembangunan gedung Radioterapi dan perlengkapannya sesuai rencana.
“Kita sedang memantau agar project ini berjalan sesuai rencana, termasuk instalasi peralatan sampai dengan operasionalnya,” ungkapnya.
Kepada pengawas proyek dia menanyakan kendalat dan target penyelesaian. Ridwan meminta agar penyelesaian pembangunan tidak molor terlalu jauh dari target yang ditetapkan.
“Tolong dipastikan sebelum semua terpasang selesai, alat-alat teknis berfungsi, jangan sampai kita sudah terlambat, sampai akhir Oktober setelah dipasang, alat tidak berfungsi dan harus dibongkar lagi,” ujarnya.
Nantinya, gedung radioterapi akan dimanfaatkan untuk menanangani pasien terkena kanker. (*)


