PANGKALPINANG – Pebiliar cilik berhasil menjuarai Turnamen Biliar Antar Pelajar 2205, POBSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam laga puncak yang digelar di OMB Billiard Pangkalpinang, Minggu 14 Desember 2025, mulai pukul 19.30 WIB.
Dalam partai final dua pebiliar cilik yang masih duduk di bangku sekolah dasar Leandro, Kelas VI SD Santo Yosef Pangkalpinang, berhadapan dengan Altaqa, Kelas III SDN 14 Pangkalbalam.

Sebelumnya kedua pebiliar cilik ini berhasil menyisihkan 30 peserta lainnya yang terdiri dari siswa SMP dan SMA.
Kedua pebiliar menyuguhkan permainan apik, tampil tenang dan percaya diri meski saling mengejar skor. Awalnya Altaqa sempat tertinggal dari Leandro dengan skor 3-4. Namun Altaqa berhasil menyamakan kedudukan 4-4.
Kemudian, Altaqa sempat memimpin dengan skor 5-4. Namun Leandro segera menyamakan kedudukan 5-5.
Namun, dengan tenang Altaqa kembali memimpin dengan skor 6-5. Tak mau ketinggalan Leandro segera menyamakan skor 6-6 pada pukul 21.12 WIB.
Pada pukul 21.20 WIB Leandro menutup pertandingan dengan kemenangan pada skor akhir 7, sedangkan Altaqa skor 6.
Dalam turnamen ini, untuk juara III diraih Tristan pelajar asal Belinyu Kelas 10, sedangkan Chandra pelajar Pangkalpinang Kelas 12 berada di posisi IV.
Biliar bukanlah hal baru bagi Leandro dan Altaqa. Menurut kedua orangtua keduanya yang mendampingi selama turnamen, Leondra sejak usai 9 tahun sudah memulai latihan. Sedangkan Altaqa sejak usia 5 tahun.
Leondra, selain aktif berlatih Biliar, juga aktif di olahraga Futsal dan Wushu
Untuk juara I dan II mendapat thropy, piagam dan uang pembinaan. Sedangkan juara III dan IV me dapat uang pembinaan yang diserahkan Ketua Umum POBSI Babel, Mohammad Fathurrakhman atau Boy untuk Leandro.
Sedangkan untuk Altaqa diserahkan Bidang Organisasi POBSI Babel, Fakhruddin Halim.
Boy sesaat setelah menyerahkan hadiah menyatakan bangga atas prestasi yang diraih atlet cilik.
Raihan ini menurutnya menunjukkan regenerasi atlet di Babel on the track. Dia juga optimistis para atlet biliar Babel akan terus mengukir prestasi.
“Atlet harus dibentuk, harus dibina. Kalau pembinaan sejak dini berjalan dengan baik dan didukung semua pihak, kita optimis akan lahir atlet atlet yang akan mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Boy. (rel)

