TANJUNGPANDAN – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan, meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan.Bangka Belitung mengembangkan museum maritim yang ada di Desa Tanjung Tinggi, Belitong.
Hal ini disampaikan Luhut saat mengunjungi museum tersebut di sela mengikuti agenda G20, Rabu 7 September 2022.
Dikutip dari Babelprov.go.id, Rabu, kunjungannya ke museum maritim berkaitan erat dengan bidang yang memang ditanganinya di Kemenko Marves, sebab museum tersebut menjadi saksi sejarah bahwa memang Indonesia merupakan negara kepulauan, negara maritim, yang dulu leluhurnya adalah seorang pelaut/pelayar.
Hal itu juga sejalan dengan topik yang diusung pada “Development Ministerial Meeting G20” di Pulau Belitung, blue economy atau ekonomi biru yang menekankan tentang pemanfaatan ekonomi keberlanjutan khususnya dalam hal potensi laut.
Luhut disuguhkan pemandangan ikon Kapal Pinisi yang menjadi ikon museum maritim. Kapal pinisi merupakan sejenis kapal layar tradisional dari kayu.
Selain itu, juga ada beberapa benda bersejarah yang berkaitan dengan dunia kemaritiman di Indonesia.
Sebelum melanjutkan sesi Gala Dinner bersama para delegasi G20 di Sheraton Hotel, Menko Luhut berpesan agar Museum Maritim dapat dikembangkan lebih bagus lagi.
Sebelumnya Luhut sempat mencicipi minuman es jeruk kunci.
“Ini jeruk kunci, pak. Kandungan vitamin C-nya tinggi, silakan dicoba. Ini khas sini,” kata Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, menawarkan ke Luhut.
Luhut pun balik bertanya, “Oh ya? Apa bedanya dengan jeruk yang lain?” tanya Luhut.
Ridwan dengan tangkas menjelaskan jeruk kunci ini kaya akan vitamin C yang baik untuk tubuh.
Selain itu, jeruk khas Bangka Belitung tersebut lanjut Ridwan, memiliki ukuran buah yang kecil, warna kulit hijau tua, air perasannya cenderung bening dan bercita-rasa asam segar.
Usai menikmati segelas minuman jeruk kunci, Luhut diajak untuk berkeliling Belitung, melewati bundaran Batu Satam, serta mengunjungi Museum Maritim di Desa Tanjung Tinggi. (***)


