MENTOK – Bupati Bangka Barat Markus menerima kunjungan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dalam agenda silaturahmi sekaligus perkenalan yang berlangsung di OR 1 Setda Bangka Barat, Jumat (29/8/2025).
Tim ekspedisi yang akan melaksanakan riset selama 4 bulan mulai Agustus – Desember 2025 di wilayah transmigrasi Kecamatan Jebus itu terdiri dari 8 peneliti muda masing-masing 4 orang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan 4 lainnya dari Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang.
Tim Ekspedisi Patriot ini merupakan salah satu program strategis Kementerian Transmigrasi yang menugaskan peneliti muda ke daerah transmigrasi untuk mengkaji potensi sumber daya, mengidentifikasi komoditas unggulan di daerah dan merumuskan strategi pengembangan kawasan transmigrasi berkelanjutan.
Bupati Markus menyampaikan terimakasih atas kehadiran 8 peneliti muda ke Bangka Barat.
Dia menjelaskan, Bangka Barat punya potensi sangat besar salah satunya di lahan transmigrasi yang harus dikelola dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran serta mengembangkan potensi ekonomi lokal.
“Kami menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot yang mau kesini membantu kita. Ini merupakan bagian dari upaya bersama menggali potensi lokal, memperkuat ketahanan ekonomi daerah transmigrasi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Markus di Mentok.
Guna mendukung salah satu misi prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yakni ketahanan pangan, Markus menyampaikan perlu menggenjot lahan-lahan tak produktif yang tidak dikelola selama ini terutama lahan cetak sawah yang kurang berjalan.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot Bangka Barat Ahmad Junaidi menegaskan, tim yang dipimpinnya hadir untuk melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi guna menyukseskan asta cita di kawasan transmigrasi.
“Kementerian Transmigrasi melihat bahwa program transmigrasi dianggap perlu bertransformasi dalam paradigma baru yakni menjadikan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, mensinergikan potensi sumber daya manusia setempat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada,” pungkas dosen IPB itu. (ššš)


