PARIT TIGA — Kemarau panjang mulai menguji ketahanan warga Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat. Sumur-sumur warga mulai mengering, sementara kebutuhan air bersih untuk mandi, mencuci dan kebutuhan sehari-hari tak bisa dihentikan.
Di tengah krisis tersebut, kepedulian datang dari masyarakat. Hasbullah, warga Desa Air Gantang yang dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Parit Tiga, bersama para relawan turun langsung membantu warga terdampak dengan menyalurkan air bersih secara gratis.
Tak sedikit, air bersih yang didistribusikan mencapai 4.000 hingga 5.000 liter setiap hari ke sejumlah wilayah di Kecamatan Parit Tiga.
“Setiap hari kami bersama para relawan bahu-membahu menyalurkan bantuan air bersih sekitar 4.000 sampai 5.000 liter kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Parit Tiga,” kata Hasbullah.
Menurutnya, warga lanjut usia (lansia) menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus dalam aksi tersebut. Sebab, tidak semua lansia memiliki kemampuan untuk mencari maupun mengangkut air secara mandiri.
“Prioritas utama kami adalah warga lanjut usia (lansia), karena tidak semua lansia mampu mencari ataupun mengangkut air secara mandiri,” ujarnya.
Hasbullah menilai persoalan air bersih yang terjadi akibat kemarau panjang tidak boleh dianggap sepele. Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga ketika ketersediaannya terbatas, dampaknya langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, aksi sosial tersebut tidak berhenti pada satu kali penyaluran. Hasbullah bersama relawan berkomitmen terus bergerak selama musim kemarau berlangsung, khususnya untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Komitmen itu kembali diwujudkan pada 27 Agustus 2026. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan ke Kantor Kecamatan Parit Tiga dan Kantor Capil Kecamatan Parit Tiga yang juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami bersama relawan tetap akan mendistribusikan bantuan air bersih selama musim kemarau ini kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” tegas Hasbullah.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Hasbullah juga mengajak masyarakat Desa Air Gantang dan wilayah sekitarnya untuk ikut bergotong royong menghadapi dampak kemarau.
Menurut dia, persoalan kekeringan tidak bisa ditangani sendiri. Dibutuhkan kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat agar warga yang kesulitan mendapatkan air bersih tidak merasa sendirian.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Air Gantang dan sekitarnya untuk bergabung bersama relawan, bergotong royong menyediakan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Parit Tiga yang terdampak,” katanya.
“Kami telah bertekad untuk terus melakukan aksi sosial menyalurkan air bersih secara gratis selama musim kemarau berlangsung,” sambungnya.
Hasbullah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan air bersih.
“Semoga bantuan kecil ini bisa meringankan beban masyarakat yang sedang membutuhkan air bersih,” harapnya. (YP)

