Parit Tiga Siaga Karhutla dan Krisis Air Bersih

Kemarau Diprediksi hingga Januari 2027

PARIT TIGA – Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Januari 2027 membuat Pemerintah Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap dua ancaman sekaligus, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih.

Camat Parit Tiga Adhian Zulhajjany El Purba, S.STP mengatakan, pemerintah kecamatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau.

Menurutnya, cuaca yang semakin kering tidak hanya berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga  34 P3K Fungsional di Bangka Barat Resmi Dilantik

“Forkopimcam Kecamatan Parit Tiga juga telah melakukan upaya-upaya dalam mengantisipasi dampak musim kemarau saat ini, baik dari bahaya karhutla maupun krisis air bersih di wilayah kerja kami,” ujar Adhian, Sabtu (29/8/2026).

Ia menegaskan, pemerintah kecamatan tidak ingin menunggu bencana terjadi baru kemudian bertindak. Kesiapsiagaan dilakukan sejak dini dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanganan bencana.

“Pemerintah Kecamatan Parit Tiga berkomitmen siaga tanggap bencana dan akan bekerja sama dengan melibatkan semua pihak, baik dari Kepolisian Sektor Jebus beserta jajaran, Koramil 431-01 Jebus, Batalyon 946/DM, PT BRS serta stakeholder lainnya guna mengantisipasi dampak kemarau yang ditimbulkan,” katanya.

Baca Juga  Truk Terguling, 5 Ton Udang Vaname Berceceran di Jalan

Adhian mengungkapkan, berdasarkan perkiraan yang diterima pemerintah kecamatan, musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung cukup panjang, bahkan hingga Januari 2027.

Periode kemarau yang panjang tersebut menjadi perhatian serius. Selain ancaman kekeringan yang dapat berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, kondisi lahan yang kering juga dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kebakaran.

Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Pemerintah Kecamatan Parit Tiga memastikan langkah antisipasi tidak hanya menyasar persoalan ketersediaan air bersih, tetapi juga pencegahan dan penanganan potensi karhutla di wilayahnya.

Baca Juga  Sopir Lundup 4 Ton Timah Dibayar Rp28 Juta

“Kami terus berupaya menanggulangi dampak kemarau ini dengan semaksimal mungkin,” pungkas Adhian. (YP)