Polda Babel Sikat Tambang Timah Ilegal di Kawasan Hutan Kelindang, Selidiki Pemilik Alat Berat

PANGKALPINANG – Komitmen tegas aparat dalam memberantas tambang ilegal kembali dibuktikan oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Kali ini, penindakan menyasar aktivitas tambang pasir timah tanpa izin yang merusak kawasan hutan produksi di Dusun Kelindang, Desa Tepus, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan.

Operasi yang digelar Selasa (14/4/2026) tersebut melibatkan tim gabungan dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus, personel Polsek Air Gegas, serta Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIII Pangkalpinang, didampingi Kepala Desa Tepus.

Baca Juga  Bujang Ditangkap Bawa 101,30 Gram Sabu

Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, mengungkapkan bahwa lokasi tambang berada di kawasan terlarang, tepatnya di Hutan Produksi Lubuk Besar. Hal itu dipastikan setelah petugas melakukan pengecekan titik koordinat menggunakan GPS di lapangan.

“Berdasarkan koordinat, aktivitas tersebut jelas berada dalam kawasan hutan produksi yang dilindungi,” tegas Agus.

Meski tidak menemukan aktivitas penambangan saat tiba di lokasi, petugas tidak berhenti begitu saja. Penyisiran yang dilakukan membuahkan hasil mengejutkan, satu unit alat berat jenis excavator ditemukan sengaja disembunyikan di area sekitar tambang.

Baca Juga  Congkel Jendela Rumah Warga Selindung, Pria Asal Jambi Gondol Hp dan Uang Tunai

Selain itu, aparat juga mengamankan sejumlah peralatan pendukung tambang ilegal, seperti mesin dompeng, drum, alat pemisah timah (sakan), hingga pipa paralon.

Saat ini, kepolisian masih mendalami kepemilikan alat berat tersebut. Penelusuran akan dilakukan hingga ke distributor alat untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab.

“Pemilik alat masih dalam penyelidikan. Kami akan telusuri hingga tuntas untuk mengungkap aktor utama di balik aktivitas ini,” tambahnya.

Seluruh barang bukti telah diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut. (KBC)

Baca Juga  Panas! Puluhan Ponton Rambah Perairan Batu Hitam, Nelayan Rapatkan Barisan