PT TIMAH Perkuat Kepatuhan Mitra Usaha Lewat Bimtek Standardisasi Pertambangan

BELITUNG — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat tata kelola pertambangan dengan mendorong mitra usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar usaha jasa pertambangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pedoman Pelaksanaan Aspek Standardisasi Usaha Jasa Pertambangan yang digelar di Grand Hatika Hotel, Tanjungpandan, Belitung, pekan lalu. Kegiatan ini diikuti puluhan direktur perusahaan jasa pertambangan, mitra usaha, serta Penanggung Jawab Operasional (PJO).

Direktur CV Harapan Bumi Hijau, Suryadi, mengapresiasi pelaksanaan Bimtek karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait regulasi terbaru di sektor pertambangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperbarui wawasan, tetapi juga forum berbagi pengalaman antarmitra usaha sehingga tercipta kesamaan pemahaman terhadap aturan yang berlaku.

Baca Juga  Museum Timah Indonesia Mentok Kerap Diserbu Pelajar, Jadi Wadah Edukasi Sejarah Jejak Pertimahan

“Kami jadi memiliki pemahaman yang sama mengenai aturan yang berlaku. Ada beberapa regulasi yang berubah dan harus kami ikuti. Kami juga memahami bahwa administrasi yang tidak dijalankan dengan baik dapat berdampak terhadap kerja sama dengan PT TIMAH,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala agar seluruh mitra usaha terus mengikuti perkembangan regulasi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi perusahaan.

“Administrasi tidak boleh diabaikan karena menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dijalankan dengan baik dan benar. Melalui Bimtek ini kami bisa mengetahui hal-hal yang sebelumnya belum dipahami, lalu memperbaikinya secara bertahap,” katanya.

Baca Juga  Tingkatkan Integritas Karyawan, Begini Pesan Direksi PT Timah di Momen Bulan Ramadan 18 March 2025

Sementara itu, Direktur Operasi PT TIMAH, Handy Geniardi, menegaskan bahwa penguatan tata kelola perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kepatuhan seluruh mitra usaha terhadap standar dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Handy, Bimtek membahas lima fokus utama, yakni peningkatan kepatuhan terhadap regulasi dan kaidah teknik pertambangan yang baik, penguatan kolaborasi kemitraan yang produktif, pemahaman kewajiban perusahaan jasa pertambangan, implementasi standardisasi dan evaluasi teknis di lapangan, serta peningkatan kompetensi peserta sebagai agen perubahan.

Baca Juga  IKT Berharap Pansus DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Secara Bijak

“Kelima aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pertambangan yang lebih baik, sehingga setiap kegiatan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan, aman, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun para mitra usaha,” ujar Handy.

Ia juga menekankan bahwa produktivitas perusahaan harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan kerja, kepatuhan terhadap hukum, dan perlindungan lingkungan.

Handy mengajak seluruh mitra usaha untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan PT TIMAH sebagai perusahaan tambang timah kelas dunia yang unggul dalam kinerja bisnis, tata kelola perusahaan, keselamatan kerja, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (*)