JARAK ribuan kilometer tak menghalangi kepedulian. Dari ujung barat Kepulauan Bangka Belitung, bantuan kemanusiaan bergerak menuju Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk membantu warga yang terdampak gempa bumi.
Melalui aksi kemanusiaan bertajuk “Dari Bangka Barat untuk Flores”, PMI Kabupaten Bangka Barat menyalurkan 80 paket sembako dan satu kotak bantuan obat-obatan bagi masyarakat terdampak di wilayah Ruum, Kenda, dan Golo.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi masyarakat dan sejumlah donatur yang dihimpun melalui PMI Kabupaten Bangka Barat. Dana yang terkumpul kemudian disesuaikan dengan kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Alih-alih mengirim seluruh bantuan dari Bangka Barat, PMI memilih melakukan pengadaan langsung di Flores melalui jejaring lokal yang dipercaya. Cara ini dinilai lebih efektif mengingat jarak yang jauh serta tantangan biaya dan distribusi logistik antarpulau.
Terlebih, sejumlah lokasi penerima bantuan berada di kawasan pegunungan dengan akses yang tidak mudah. Pengadaan langsung di Flores memungkinkan bantuan disiapkan lebih dekat dengan wilayah terdampak sebelum didistribusikan kepada warga.
Sebanyak 80 paket sembako kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak di tiga wilayah prioritas, yakni Ruum, Kenda, dan Golo. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk warga lanjut usia.
Sebagian warga diketahui masih bertahan di hunian maupun tenda darurat setelah gempa.
Tak hanya kebutuhan pangan, PMI juga menyalurkan satu kotak obat-obatan kepada puskesmas setempat. Bantuan tersebut diserahkan kepada tenaga kesehatan agar dapat dikelola dan diberikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan medis.
Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat, dr. Yovita Sari Metkono, mengatakan bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah.
“Jarak ribuan kilometer tidak seharusnya membatasi kepedulian. Dari Bangka Barat, masyarakat menitipkan sedikit yang mereka punya untuk mengatakan kepada saudara-saudara kita di Flores: kalian tidak sendiri.”
Menurut Yovita, bantuan yang disalurkan bukan sekadar paket kebutuhan sehari-hari. Di balik setiap paket terdapat pesan solidaritas dari masyarakat Bangka Barat kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit pascagempa.
PMI Kabupaten Bangka Barat pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, pengurus, dan donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Setiap donasi yang diberikan, kata PMI, telah diwujudkan menjadi bantuan yang kini sampai kepada masyarakat terdampak.
Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, PMI Kabupaten Bangka Barat juga tengah menyusun laporan pertanggungjawaban terkait penerimaan dan penggunaan dana donasi. Laporan tersebut akan menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan kemanusiaan.
“Bagi kami, bantuan ini mungkin sederhana. Namun ketika sampai langsung ke tangan seorang ibu, seorang lansia, atau keluarga yang masih bertahan di tempat pengungsian, bantuan tersebut membawa pesan yang jauh lebih besar dari isi paketnya—bahwa ada saudara-saudara mereka di Bangka Barat yang peduli,” ujar Yovita. (rilis)

