9 Resep Pengendalian Inflasi Daerah

PANGKALPINANG – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan ada 9 langkah yang harus dilaksanakan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.

Hal ini disampaikan Tito ketika Rapat Koordinasi Nasional pengendalian inflasi daerah, secara virtual, Senin (28/11/2022).

Kesembilan langkah yang wajib dilakukan daerah antara lain:

1. Melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia.

2. Melaksanakan rapat teknis tim pengendalian inflasi daerah.

3. Menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting.

4. Melaksanakan Pencanangan gerakan menanam.

5. Melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Kader, PKK Babel Lakukan Sosialisasi Si Duma

6. Melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang.

7. Berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.

8. Merealisasikan BTT untuk dukungan pengendalian inflasi.

9. Memberikan bantuan transportasi dari APBD.

Rakor diikuti secara daring di antaranya oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto mengikuti, Kepala Bakuda M Haris dan Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Ahmad Yani Hazir.

Tito menyampaikan bahwa provinsi yang inflasinya terendah yaitu Sulawesi Utara 4,65%, dan untuk tingkat Kabupaten yakni Kabupaten Belitung dengan tingkat inflasinya 4,92%.

Baca Juga  KIP Lakukan Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023

Sementara untuk inflasi tertinggi yakni Provinsi Jambi 7,17%, dan Kabupaten Aceh Barat 8.63%.

“Kepada kepala daerah yang inflasinya di atas nasional, sistem di Kemendagri untuk perijinan keluar negeri pasti ditolak, dan untuk penentuan pejabat provinsi yang bagus dalam pengendalian inflasi, maka usulan gubernur untuk diakomodir.” ujarnya.

Dijelaskan oleh Deputi Statistik Barang dan Jasa Setianto bahwa tren kenaikan inflasi didorong naiknya permintaan konsumsi di momen hari besar keagamaan, serta dampak kenaikan harga BBM.

Baca Juga  Info Jamaah Haji Babel, Johan: Alhamdulillah Jamah Kloter 9 Sehat Walafiat, Sudah Masuk Raudhah

Fluktuasi harga yang terjadi di luar ketiga momen tersebut, disebabkan oleh terganggunya pasokan, baik di hulu (sisi produsen), perantara (pedagang besar, distributor), maupun di hilir (spekulasi pada tingkat eceran).

“Sampai dengan minggu ke-4 November, telur ayam ras dan daging ayam menjadi komoditi yang menyumbang kenaikan inflasi, sementara cabai merah dan cabai rawit adalah komoditas yang fluktuasi harganya cukup signifikan,” tuturnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan