BBM Subsidi Aman hingga Akhir 2026, Pemerintah Jamin Harga Tak Naik

JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di tengah dinamika harga minyak dunia yang fluktuatif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa harga BBM jenis RON 90 Pertalite dan Solar masih dapat dipertahankan, selama harga minyak mentah dunia tidak melampaui angka 97 dolar AS per barel.

“Pemerintah bersama Pertamina memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Harga ini bisa kita pertahankan sampai Desember 2026,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca Juga  Dunia Soroti Indonesia Soal Tambang Timah Ilegal

Senada dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kebijakan subsidi BBM akan tetap dilanjutkan hingga akhir tahun. Pemerintah, kata dia, telah melakukan berbagai simulasi untuk menjaga stabilitas anggaran negara.

“Saya ingin menegaskan bahwa subsidi BBM tidak akan dihilangkan. Ini akan terus berjalan sampai akhir tahun,” jelasnya.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menghitung skenario jika harga minyak dunia mencapai rata-rata 100 dolar AS per barel. Hasilnya, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dapat dijaga di kisaran 2,9 persen melalui langkah efisiensi.

Baca Juga  24 Ribu Rumah Tangga di Jabar Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Pemerintah dan PLN

“Kita sudah lakukan berbagai exercise. Dengan penghematan dan penyesuaian anggaran, defisit masih bisa dikendalikan di sekitar 2,9 persen,” tambahnya.

Sementara itu, untuk harga BBM non-subsidi, pemerintah masih melakukan kajian lebih lanjut. Keputusan terkait hal tersebut akan diumumkan setelah proses evaluasi selesai.

“Itu masih dikaji. Nanti kalau sudah selesai, pasti akan kami sampaikan ke publik,” tutup Airlangga. (*)

Sumber: rmol.id