PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, membantah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (CIC), Raden Bambang yang menyebut dirinya melakukan pemufakatan jahat dengan pejabat Bank Sumselbabel.
Dalam pernyataannya di media online, indonesiadayli.net, Raden Bambang, menyampaikan bahwa dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pencairan kredit usaha tambak udang di Bangka.
Menurut Raden Bambang, dana kredit tersebut seharusnya digunakan untuk mengembangkan usaha tambak justru disalahgunakan. Berikut bantahan Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani kepada wartawan.
“Itu tidak benar. Sebagai seorang publik figur, risiko seperti ini memang ada. Saya ingatkan kepada saudara Bambang untuk berhati-hati dalam berbicara. Saya tidak mengenal yang bersangkutan,” ujar Hidayat Arsani kepada wartawan, Jumat (14/12/2025).
“Jadi, jangan membuat heboh dengan mengatakan bahwa gubernur diduga melakukan korupsi sebesar 500 miliar rupiah. Itu tidak benar. Pesan saya, berbicaralah dengan hati-hati,”sambung Dayat.
BSB Juga Membantah
Pimpinan cabang Bank Sumselbabel Pangkalpinang melalui Irwan Kurniawan menjelaskan, bahwa Bank Sumselbabel tidak pernah melakukan pembiayaan sebesar ratusan miliar rupiah seperti yang dituduhkan kepada Gubernur Hidayat Arsani.
“Kami tidak tahu dari mana yang bersangkutan mendapatkan informasi dan data tersebut. Silakan konfirmasi kepada Pak Bambang. Kami sangat menyayangkan hal ini karena menyangkut reputasi Pak Gubernur dan kami selaku bank daerah,”ungkap Irwan Kurniawan.
“Saat ini, kami tidak melakukan langkah apa pun. Intinya, semua tuduhan itu tidak benar. Kami berharap teman-teman media dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa apa yang dituduhkan kepada Pak Gubernur itu tidak benar,”tambahnya.
Irwan Kurniawan juga menjelaskan bahwa Bank Sumselbabel hanya mengucurkan dana pinjaman sebesar 500 juta rupiah per orang, sesuai dengan aturan dari pemerintah. Aset Bank Sumselbabel cabang Pangkalpinang saat ini tercatat sebesar 1 triliun rupiah.
“Aset Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang saja hanya 1 Triliun, kalau kita mengucurkan dana pinjaman 500 Miliar berarti asetnya lebih dari 1 T,” pungkasnya.
Dikutip dari indonesiadayli.net, pada pemberitaan edisi Senin 10 November 2025, Ketua DPP CIC Raden Bambang menyampaikan jika dugaan korupsi tersebut berdasarkan hasil investigasi CIC.
“Berdasarkan hasil investigasi kami, Gubernur Babel Hidayat Arsani diduga melakukan mufakat jahat bersama pejabat Bank Sumselbabel dalam proses pencairan kredit senilai Rp500 miliar. Ada indikasi manipulasi dokumen analisis kredit debitur yang tidak sesuai dengan prosedur,” ujar Raden Bambang kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin, Senin (10/11/2025).
Raden Bambang menjelaskan, proyek tambak yang dibiayai melalui kredit tersebut justru berujung pada kerugian besar. Setiap tambak disewakan kepada kelompok nelayan dengan tarif sekitar Rp500 juta per tahun. Namun, usaha itu gagal, dan banyak penyewa justru terjerat masalah hukum hingga masuk penjara.
“Yang janggal, para penyewa tambak banyak yang menjadi korban hukum, sementara Hidayat Arsani hanya dikenai sanksi perdata. Padahal, dugaan keterlibatannya dalam pencairan kredit sangat jelas,” tegas Raden Bambang.
CIC, lanjutnya, saat ini tengah menyiapkan berkas laporan resmi untuk diserahkan kepada KPK. Laporan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti agar proses penyelidikan tidak berlarut-larut.
“Kami akan melaporkan Gubernur Babel Hidayat Arsani ke KPK dalam waktu dekat. Seluruh dokumen pendukung tengah kami lengkapi agar proses penanganan kasus ini bisa berjalan cepat,” ungkapnya.
Raden Bambang menegaskan, CIC akan terus mengawal dan menekan KPK agar segera menindaklanjuti kasus dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah itu.
“Kalau dulu orang bilang Hitler itu kejam, ternyata lebih kejam lagi jika seorang pejabat menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri. Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini tuntas,” pungkasnya. (wah/berbagai sumber)

